Buruh Indramayu Ingin UMK 2023 Naik 23 Persen, Katanya Dampak Naiknya Harga BBM

Buruh di Kabupaten Indramayu ingin UMK 2023 dinaikan pemerintah hingga sebesar 23 persen.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Ravianto
handhika rahman/tribun jabar
Ketua Umum serikat buruh GASBumi FSBmigas-KASBI Indramayu, Hadi Haris Kiyandi saat massa buruh melakukan demonstrasi di depan Perumahan Bumi Patra (BP) Indramayu, Selasa (28/6/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Buruh di Kabupaten Indramayu ingin UMK 2023 dinaikkan pemerintah hingga sebesar 23 persen.

Keinginan tersebut berdasarkan hasil musyawarah para buruh menyikapi harga-harga komoditas pasar yang mengalami kenaikan.

Hal itu, tidak terlepas dari naiknya harga BBM bersubsidi.

"Kita melihat kebutuhan pokok semakin meningkat, apalagi pasca-kenaikan BBM, dampaknya sangat luar biasa," ujar Ketua Umum Serikat buruh GASBumi FSBmigas-KASBI Indramayu, Hadi Haris Kiyandi, Senin (7/11/2022).

Hadi Haris Kiyandi dalam proses penetapan kenaikan UMK 2023 itu, pihaknya sangat berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi tersebut.

Mengingat, dampak kenaikan BBM tersebut kata dia, sangat berdampak pada pengeluaran buruh.

Seperti untuk operasional dan lain sebagainya.

"Kemarin kita musyawarah di angka segitu. Tapi kami juga rencananya akan melakukan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebagai pembanding kenaikan yang diajukan pemerintah," ujar dia.(Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved