Komisaris Persib Bandung Umuh Muchtar Minta KLB Nanti Jadi Ajang Cuci Gudang Para Exco Saat Ini

Menurut Umuh, regenerasi perlu dilakukan, karena lanjutnya saat ini banyak sosok muda yang dinilai mampu sebagai pengurus PSSI dan mengelola PT LIB.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Cipta Permana
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Beberapa nama mulai dimunculkan sebagai bakal calon Ketua Umum PSSI atau penerus Mochamad Iriawan pada Kongres Luar Biasa PSSI mendatang.

Bahkan, bukan hanya Ketum PSSI, cuci gudang pun diharapkan terjadi pada sosok-sosok yang duduk di jajaran Komite Eksekutif (Exco).

Menanggapi hal tersebut, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, berharap agar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI menjadi kesempatan bagi para sosok baru untuk mengemban amanah sebagai pimpinan federasi sepakbola Indonesia, termasuk perombakan besar-besaran di kepengurusan Exco PSSI dan PT LIB sebagai operator Liga 1.

"Siapa pun juga yang nanti jadi ketua silakan gak ada masalah, cuma nanti di KLB itu bersihkan orang yang di dalam. Exco juga semua harus bersih. Begitu juga di PT LIB bersama semua komisaris-nya, semua harus istirahat ganti sama yang muda. Saya sarankan ganti sama yang muda. Harus ada regenerasi," ujarnya Sabtu (5/11/2022).

Menurut Umuh, regenerasi perlu dilakukan, karena lanjutnya saat ini banyak sosok muda yang dinilai mampu sebagai pengurus PSSI dan mengelola PT LIB.

"Saya persilakan siapa saja yang jadi Ketua PSSI nanti, asal Exco-nya jangan itu-itu saja. Cuma nanti pengurus Exco, punten saja, saya minta ratakan saja. Karena banyak orang yang pintar dan banyak bekas pemain juga semua bisa dilibatkan dan klub yang punya saham di situ juga libatkan," ucapnya.

Baca juga: Jeda Liga 1 Jadi Waktu Persib Bandung Rawat 6 Pemain yang Cedera, Erwin Ramdani Mulai Ikut Berlatih

Umuh juga berharap, jika nanti digelar KLB, para pengurus yang baru, tidak terlalu mengandalkan mata pencaharian sehari-hari di sepak bola.

"Apalagi pengurus sudah digaji dan mendapat intensif. Jadi jangan jadikan mengelola sepakbola itu sebagai kesempatan mencari keuntungan pribadi," katanya

Sumber: Tribun depok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved