Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Wagub Jabar Minta Rumah Sakit Persiapkan Diri

Uu Ruzhanul Ulum meminta semua rumah sakit di wilayah Jawa Barat untuk kembali bersiap dalam menghadapi lonjakan Covid-19 setelah muncul varian baru.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, saat memberi keterangan ketika meninjau kesiapan Rumah Sakit Cibabat, Kota Cimahi, Minggu (6/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, meminta semua rumah sakit di wilayah Jawa Barat untuk kembali bersiap dalam menghadapi lonjakan Covid-19 setelah muncul varian baru XBB.

Uu mengatakan, mendapat laporan ada lonjalan kasus Covid-19 pada lima hari yang lalu.

Gubernur Ridwan Kamil pun memerintahkannya mengecek ke rumah sakit.

"Jadi saya ditugaskan untuk mengecek kesiapan rumah sakit, khususnya dalam menghadapi dan mengantisipasi karena dikhawatirkan melonjak kembali," ujar Uu saat meninjau ke Rumah Sakit Cibabat, Kota Cimahi, Minggu (6/11/2022).

Menurutnya, lonjakan kasus Covid-19 saat ini tidak sebanyak yang pernah terjadi sebelumnya. Tapi pihaknya harus mengantisipasi dan tetap berkoordinasi dengan rumah sakit terkait perkembangannya.

Antisipasi tersebut, kata Uu, perlu dilakukan karena lonjakan Covid-19 akibat munculnya varian baru, yakni XBB.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Naik Lagi, Puncaknya Satu hingga Dua Bulan ke Depan

"Sedia payung sebelum hujan, kenapa tidak? Tapi bukan berarti kami menantang adanya varian baru dan lonjakan. Tapi sebagai kesiapan, kenapa tidak untuk berikhtiar?" ucapnya.

Dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19, kata Uu, rumah sakit di Kota Cimahi sudah siap, termasuk untuk dalam memenuhi kekurangan di saat kasusnya kembali melonjak.

"Antara lain seperti kekurangan oksigen, tabungnya juga sudah siap, termasuk nakesnya juga siap. Bahkan, kalau melonjak, di sini bakal ada rekayasa birokrasi yang akan ditempuh supaya lebih mudah lagi," ujar Uu.

Uu mengatakan, kesiapan rumah sakit untuk menghadapi lonjakan Covid-19 ini tak hanya harus dilakukan di Kota Cimahi, tetapi semua rumah sakit yang ada di Jawa Barat.

"Termasuk rumah sakit swasta, kalau rumah sakit milik pemerintah sudah komunikasi secara intensif. Saya juga meminta kepada kepala daerah untuk melakukan rapat koordinasi kembali dengan satgas yang ada di wilayah seperti satgas di kecamatan dan kelurahan serta desa," ucapnya.

Baca juga: Platform Satu Data Vaksinasi Covid-19 Milik Telkom Mendapat Pengakuan di Tingkat ASEAN Dari AIBP

Dengan begitu, kata dia, jika terjadi lonjakan Covid-19 satgas di wilayah di kecamatan hingga kelurahan dan desa itu sudah siap dalam melakukan antisipasi maupun penanganan, sehingga petugas yang sudah siap harus ditugaskan kembali.

"Jadi yang ditugaskan kemarin jangan diganti karena mereka sudah paham dan profesional. Sehingga kepala dinas kesehatan yang ada di kabupaten/kota tidak menugaskan orang yang baru supaya tidak kaku," ujar Uu. (*)
 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved