Kasus Ferdy Sambo

Susi Asisten Rumah Tangga Ferdy Sambo Diminta Suaminya Bicara Jujur, Sebelumnya Berbelit-belit

Kujaeni Tamsil kaget melihat Susi, istrinya, di televisi. Susi merupakan asisten rumah tangga Ferdy Sambo.

Editor: Giri
Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV
Susi, ART Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dengan terdakwa Bharada E yang digelar di PN Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022). 

TRIBUNJABAR.ID - Kujaeni Tamsil kaget melihat Susi, istrinya, di televisi. Susi merupakan asisten rumah tangga Ferdy Sambo.

Dia masuk tayangan televisi karena menjadi saksu kasus dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan majikannya.

Korbannya adalah Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Dia meninggal setelah ditembak pada 8 Juli 2022.

“Saya kaget lihat istri saya di TV, ada permasalahan apa. Kaget, enggak pernah cerita apa-apa. Tahu-tahu lihat di TV ada istri saya di sidang,” kata Kujaeni seperti ditayangkan KOMPAS.TV, Rabu (2/10/2022).

Kujaeni mengaku terakhir berkomunikasi dengan Susi pada minggu lalu.

Baca juga: Di Hadapan Orangtua Brigadir J, Ferdy Sambo Ungkap Penyebab Dia Habisi Ajudannya Itu

Komunikasi yang dijalin dengan Susi hanya sebatas menanyakan kondisinya dan meminta uang untuk anak-anaknya.

“Ya paling, ini anaknya duitnya sudah mau habis, saya minta kiriman. Di situ kabarnya bagaimana. Makan bagaimana,” jelas Kujaeni.

Kujaeni mengaku sama sekali tidak menyinggung soal kasus yang menjerat majikan Susi.

Kujaeni Tamsil, suami Susi, asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, mengaku kaget melihat istrinya di televisi saat menjadi saksi di persidangan.
Kujaeni Tamsil, suami Susi, asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, mengaku kaget melihat istrinya di televisi saat menjadi saksi di persidangan. (KOMPAS TV)

Kepada Susi, Kujaeni minta tidak membela siapa pun dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Kujaeni pun mengingatkan Susi untuk tidak takut menyampaikan kebenaran dalam kasus ini demi anak dan keluarga, bukan siapa-siapa.

“Enggak usah takut sama siapa-siapa, enggak usah belain siapa-siapa, bela anak lah, keluarga begitu,” pinta Kujaeni Tamsil.

Baca juga: Orangtua Brigadir J Diharap Mampu Tahan Emosi, Hari Ini Ketemu Ferdy Sambo

Oleh karena itu, Kujaeni Tamsil berharap Susi berani mengungkap siapa saja pihak yang terlibat dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir J.

Menurut Kujaeni Tamsil, Susi tidak perlu takut berkata jujur di persidangan karena negara ini memiliki hukum.

“Dari tinggal siapa yang terlibat, ngomong saja enggak usah takut, ya toh, kan ada hukum, ya kan kayak begitu. Harapan saya agar jujur saja, tak (saya) suruh jujur,” kata Kujaeni Tamsil.

Menurut Kujaeni, kejujuran adalah nilai penting dalam kehidupan.

“Orang itu jangan bohong, orang itu enggak usah bohong, apa adanya, yang jujur. Orang jujur itu penting ya kan. Kalau enggak jujur hancur lah,” ucap Kujaeni.

Sebagai informasi, Susi memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E.

Susi menyampaikan kesaksian soal rumah tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, serta peristiwa yang terjadi di Magelang, sebelum penembakan Brigadir J.

Namun, majelis hakim menilai Susi banyak berbohong karena menjawab pertanyaan dengan berbelit-belit. (kompas.tv)

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved