Hadiri Peresmian Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan, Kapolri: Tingkatkan Derajat Kesehatan
Kapolri saat menghadiri peresmian peresmian Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan menyebut adanya RS bisa tingkatkan derajat kesehatan masyarakat
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Di samping keamanan dan pendidikan, fasilitas kesehatan yang memadai, menjadi salah satu indikator negara maju. Hal tersebut, diungkapkan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, saat menghadiri peresmian Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan, di Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (3/10/2022).
Listyo, mengapresiasi Muhammadiyah yang terus konsen, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
"Tentunya, bagaimana kemudian masalah penyediaan fasilitas kesehatan, di samping pendidikan dalan mewujudkan SDM unggul 2045, menjadi bagian sangat penting," ujar Listyo.
Baca juga: Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan Hadir di Ciparay Kabupaten Bandung, Beroperasi Tahun Depan
Listyo, menjelaskan, terdapat penelitian, indikator negara maju salah satunya tingkat keamanan yang terjamin.
"Kemajuan dan teknologi yang dimanfaatkan sebaik-baiknya, salah satu yang tidak kalah penting adalah fasilitas kesehatan yang memadai. Alhamdulillah, Muhammadiyah sedang mengawal dan berkontribusi terus mendorong Indonesia, untuk bisa menjadi Indonesia yang maju di 2045," Kata Listyo.
Menurutnya, pemerintah terus melakukan langkah dan upaya, untuk memperbaiki derajat kesehatan di dalam kegiatan transformasi kesehatan.
Listyo mengungkapkan, tentunya setiap hari bagaimana perbaikan faskes ini, mendorong meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Alhamdulillah, kata Listyo, Ketua Umum Muhammadiyah, Pak Haidar menyampaikan, ini RS ke 119 diharapkan bisa sampai 200 bahkan 300 RS.
"Beberapa waktu lalu, saya bertanya kepada ahli yang mengerti kebutuhan RS di Indonesia, ini membutuhkan 1000 RS, jadi masih banyak karya besar dari Muhammadiyah yang ditunggu dalam bidang kesehatan," katanya.
Listyo mengungkapkan, Presiden mengatakan paling sedih, kalau melihat masyarakat berobat ke Luar Negeri, seperti Singapura, Amerika, Jepang dan lainnya.
"Artinya terjadi pergeseran, setahun bisa sampai Rp 100 triliun. Ke depan Muhamadiyah, mudah-mudahan bisa membangun RS Internasional," tuturnya.
Listyo mengatakan, di samping itu tentunya diharapkan pembangunan RS di Bandung Selatan ini, menjadi salah satu kebutuhan sangat penting, vital, karena jumlah RS masih terbatas.
"Mudah-mudahan menjadi fasilitas yang lengkap, walaupun masih baru. Bisa menolong ketika masyarakat menghadapi masalah kritis," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kapolri-pada-acara-peresmian-rumah-sakit-muhammadiyah-bandung-selatan.jpg)