Tragedi Halloween di Korea

Cerita Selebgram Nyaris Jadi Korban Tragedi Halloween di Korsel, Sudah Bekal Kostum dari Indonesia

Beruntung sebelum pergi ke Itaewon, para selebgam ini memutuskan untuk mencari dulu rumah makan untuk mengisi perut.

capture video
Massa terlihat berdesakan di sebuah gang sempit di Itaewon. Setidaknya 146 orang meninggal akibat berdesakan dan terinjak-injak di pesta Halloween, Sabtu (29/10/2022). 

TRIBUNJABAR.ID - TRAGEDI pada perayaan Halloween-an di Itaewon, Sabtu (29/10) malam juga nyaris merenggut nyawa sejumlah selegram Tanah Air, yang pada malam itu sudah berada di Itaewon untuk mengikuti perayaan.

Sejak dari Tanah Air, mereka memang sudah berniat untuk ikut serta.

Mereka bahkan sudah membawa kostum Helloween yang akan mereka pergunakan sejak dari Idonesia.

Beruntung sebelum pergi ke Itaewon, para selebgam ini memutuskan untuk mencari dulu rumah makan untuk mengisi perut. Namun, saat itu, mereka justru tersesat.

"Kita tuh nggak tau kenapa kok kayak diputer-puterin mau nyari dinner aja susah, kita udah buka maps, kita udah nemu chicken barbeque tapi sampai di tempatnya jalan kaki 20 menit ternyata adalah toko panci," ujar Ronald Simanjuntak, satu di antara para selebgram itu seperti dikutip dari InstaStory akun instagramnya, @ronaldsimanjuntak, kemarin.

Akibatnya, waktu mereka malam itu pun habis untuk mencari rumah makan.

"Waktu kita terbuang banyak banget," ujarnya. Seolah tak cukup, saat akhirnya menemukan rumah makan, mereka kembali harus menunggu karena pelayanannya yang lama.

"Kita order lama banget," ujar Ronald .

Baca juga: DETIK-detik Dua WNI Lolos dari Maut pada Tragedi Halloween di Itaewon Korsel, Tubuh Tergencet

"Sepuluh tiga puluh kita baru keluar dari tempat makannya, yang seharusnya kita jadwalnya udah harus ke Itaewon."

Karena sudah kelelahan, begitu sampai ke hotel, mereka pun sudah malas kembali untuk keluar.

Hanya Ronald dan rekannya sesama selebgram, Jovi Adhiguna dan beberapa lainnya yang tetap bersemangat untuk datang ke Itaewon.

Namun, itu pun tak bisa langsung pergi karena masih menunggu rekan mereka yang menginap di hotel berbeda datang.

"Lagi nungguin Weda datang, terus tiba-tiba kita lagi nyari story informasi di Itaewon, banyak banget yang kayak 'jangan ke Itaewon'," ujar Ronald.

Ronald pun mencoba menelusuri kondisi di Itaewon pada saat itu. Namun, ternyata benar, kondisi Itaewon ramai sekali dan kacau.

Tapi, karena penasaran, kata Ronald, ia sempat berniat untuk nekat menyusuri Itaewon lebih jauh. Namun, saat itulah, seorang rekannya memberi peringatan lewan pesan singkat Whattsap.

"Tiba-tiba Maria Rahajeng WA aku 'sis jangan ke sana karena di sana kacau banget', tiba-tiba Hp kita dapet notif ngasih tau bahwa di Itaewon udah ditutup dan banyak korban jiwa," ujar Ronald.

Baca juga: Halloween di Itaewon Makan Banyak Korban, Pemerintah Korsel Kini Tangani Ribuan Laporan Orang Hilang

"Puji Tuhan kita nggak jadi dateng ke sana, Puji Tuhan kita dilama-lamain makannya, Puji Tuhan kita diputer-puter nggak dapet restoran nyari dinner, kita hari ini jalannya dipersulit supaya kita tidak jadi ke Itaewon, Puji Tuhan," cetusnya.

Hingga Minggu (30/10) siang pukul 14.00 KST, otoritas Seoul setidaknya telah menerima lebih dari 3.580 laporan hilang terkait tragedi Halloween di Itaewon.
Jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah.

(tribunnews.com/pra/fit)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved