Dorong Penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, PNM Menggelar Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun

PNM menggelar kampanye cuci tangan pakai sabun sebagai salah satu upaya mendorong penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

Editor: Siti Fatimah
istimewa
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama dengan Water.org fokus pada peningkatan akses air bersih, sanitasi, dan kebersihan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pascapandemi masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan kesehatan termasuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Untuk ikut mendukung kesehatan masyarakat, dalam rangka memeringati Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh pada (15/10), PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama dengan Water.org sebuah Non-Government Organization (NGO) yang fokus pada peningkatan akses air bersih, sanitasi, dan kebersihan dan Pemerintah Daerah Lombok Tengah, dan PLAN Indonesia menggelar kampanye cuci tangan pakai sabun dan air mengalir di halaman kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pemimpin Cabang PNM Darwis Hari Pondang, Perwakilan dari Water.org,Aldi Surianingrat, dan Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri, S.IP.

Darwis Hari Pondang, Pemimpin Cabang PNM Mataram mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir ini, sejak adanya pandemi Covid-19 mencuci tangan menggunakan sabun menjadi salah satu bagian penting yang diupayakan Pemerintah untuk dijadikan salah satu kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Tambah Ilmu dan Wawasan di Bidang Pertanian, Nasabah Mekaar PNM Studi Banding ke Ponpes Al-Ittifaq

Oleh karena itu PNM menggelar kampanye cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dalam upaya kami mendorong salah satu pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang beberapa tahun terakhir ini sedang digalakkan oleh Pemerintah.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan program yang telah diluncurkan dalam dunia kesehatan lingkungan sejak tahun 2008.

Dilansir dari laman Kemkes.go.id, STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Program STBM memiliki indikator outcome dan output.

Baca juga: PNM Berhasil Mencetak 2 Rekor MURI

Indikatoroutcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.

STBM memiliki lima pilar yaitu, pertama Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS), kedua Mencuci Tangan Pakai Sabun dengan Air Mengalir (CTPS), ketiga Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, keempat Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, kelima Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga Air.

“Pentingnya lima pilar STBM yang digalakkan oleh pemerintah akan terus kami dukung agar masyarakat bisa hidup bersih dan terhindar dari segala penyakit. Melalui kampanye ini juga kami ingin memberikan edukasi terkait langkah-langkah cuci tangan yang baik serta waktu-waktu penting kapan harus melakukan cuci tangan menggunakan sabun dan agar mampu menjadikan perilaku ini sebagai perilaku keseharian mereka,” ujar Darwis Hari Pondang, Pemimpin Cabang PNM Mataram.

Baca juga: Ratusan Orang Ikuti Community Leaders PNM, Dorong UMKM naik Kelas

Pada gelaran kampanye cuci tangan pakai sabun dan air mengalir ini diikuti oleh lebih dari 500 orang peserta yang terdiri dari 250 nasabah PNM Mekaar serta masyarakat khususnya ibu-ibu prasejahtera.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Kader PKK sebagai penggerak perubahan perilaku di masyarakat dan juga penyandang disabilitas.

Sebagai informasi, hingga 19 Oktober 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 147,37 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 12,9 juta nasabah.

Saat ini PNM memiliki 4138 kantor layanan di seluruh Indonesia yang melayani UMKM di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5640 Kecamatan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved