Terhambat Selama Pandemi, DPRD Jabar Minta Gubernur Segera Realisasikan Program Desa Digital

Anggota DPRD Jabar minta Gubernur segera merealisasikan program Desa Digital yang sempat terhambat saat pandemi

Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj Tina Wiryawati SH minta Gubernur segera merealisasikan program Desa Digital yang sempat terhambat saat pandemi. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - DPRD Jabar bersama Pemprov Jabar terus bekerja keras untuk merealisasikan 100 persen program Desa Digital di Jawa Barat. Program ini terbukti mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa secara optimal, bahkan membuat Jawa Barat tidak memiliki lagi desa berstatus tertinggal.

Anggota Komisi I DPRD Jabar, Hj. Tina Wiryawati, S.H., mengatakan digitalisasi desa sangat membantu pembagunan perekonomian desa-desa di Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya.

Untuk itu, pemerintah harusnya lebih fokus lagi dalam merealisasikan program ini ke depan.

"Kami DPRD Jabar ingin agar program Desa Digital yang diprogramkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dapat terealisasi 100 persen di Jawa Barat," kata Tina, Selasa (25/10).

Ia menilai pandemi Covid-19 telah memperlambat realisasi program Desa Digital.

Dan kini, setelah dua tahun pandemi, bahkan di tahun terakhir Ridwan Kamil menjabat sebagai Gubernur Jabar, program ini harus kembali digenjot.

"Dua tahun ini agak tersendat dalam realisasinya, seperti contohnya di beberapa daerah di Jawa Barat masih banyak blankspot (kawasan tanpa sinyal ponsel) dan belum sepenuhnya sesuai harapan masyarakat di daerah-daerah tersebut," katanya.

Anggota dewan dari Fraksi Gerindra ini mengatakan di sisi lain, aliran listrik di desa-desa yang masih sering terganggu pun ikut menambah kendala dalam realisasi program ini. Karenanya, Pemprov Jabar harus berkoordinasi dengan PLN untuk mengatasinya.

"Digital inklusif jangan sampai pintar digital hanya dikuasai orang kota. Jawa barat bertekad menjadikan Desa Digital sebagai unggulan," katanya.

Lewat program ini, diharapkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa bisa meningkat.

Lewat digital, akses informasi dan ekonomi terbuka lebar hingga ke dunia internasional.

Apalagi, potensi dari ekonomi digital di Indonesia sangat besar. Berdasarkan data Google, Temasek, dan Bain & Company 2020, total ekonomi digital Indonesia pada 2020 adalah USD44 juta atau setara Rp631 triliun, dan akan meningkat pada 2025 menjadi USD124 atau setara Rp1.744 triliun.

Potensi ini diperoleh dari tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 196,7 juta pengguna.

Dari jumlah tersebut 56 persen di antaranya berasal dari daerah rural atau perdesaan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved