Waspada Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak-anak, Kadinkes Subang Minta Orangtua Perhatikan Ini
Menurut Maxi, Penyakit gangguan gagal ginjal akut misterius ini umumnya menyerang balita, yang memang mereka belum terlindungi oleh vaksinasi.
Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin
TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Penyakit gangguan gagal ginjal akut misterius, yang saat ini menyerang anak-anak di beberapa daerah perlu diwaspadai serius oleh masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak kecil atau balita di Kabupaten Subang.
Kadinkes Subang, dr Maxi mengatakan, penyakit gangguan ginjal akut misterius ini di Indonesia sudah terdeteksi 152 kasus sampai kemarin.
"Di Jawa Barat sudah 10 kasus dan alhamdulillah di Subang belum ditemukan, sementara di Kabupaten tetangga Purwakarta sudah ada 1 kasus," ujar Maxi, kepada tribunjabar.id, usai apel pagi, Senin(17/10/2022) di halaman Kantor Bupati Subang.
Baca juga: Kasus Gagal Ginjal pada Anak: KPAI Buka Layanan Pengaduan, Bisa Lewat Telepon atau WhatsApp
Menurut Maxi, Penyakit gangguan gagal ginjal akut misterius ini umumnya menyerang balita, yang memang mereka belum terlindungi oleh vaksinasi.
"Terkait kasus ini, kita dari Dinkes Subang akan lakukan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat khususnya masyarakat yang memiliki balita," katanya
Maxi menegaskan, penyakit gangguan gagal ginjal akut misterius pada anak tidak boleh disepelekan oleh para orang tua.
"Ingat jangan dianggap sepele penyakit ini. Para orang tua kami minta untuk waspada jika anak-anaknya menunjukkan beberapa gejala awal dari kasus tersebut, yakni batuk, pilek, diare, muntah, dan jumlah urine sedikit, atau tidak ada produksi urine sama sekali," tegasnya
Selain itu, Maxi juga menekankan pentingnya langkah preventif untuk memberikan jumlah cairan yang cukup untuk anak-anak.
"Jika anak-anak mengalami keluhan di atas, kami mengimbau para orangtua untuk tidak melakukan self-diagnose. Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter di fasilitas kesehatan terdekat," ucapnya
Maxi mengimbau kepada orang tua yang mengalami gejala tersebut segera dibawa ke rumah sakit untuk berobat.
Baca juga: Penyakit Gagal Ginjal Misterius Serang Anak-anak, Ada 131 Kasus di 14 Provinsi, Termasuk Jawa Barat
Selain itu, penanganan pemulihan gangguan gagal ginjal akut misterius pada anak akan lebih cepat tertangani jika lebih cepat terdeteksi.
"Jika anak ditemukan demam, diare, muntah, frekuensi BAK berkurang sebaiknya dalam 12 jam harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Semakin cepat gangguan ginjal akut misterius terdeteksi, semakin baik perbaikan penyakit jika ditangani secara khusus," ungkapnya.
Sementara itu, penyebab pasti gangguan gagal ginjal akut misterius pada anak itu belum diketahui.
"Penyebab pasti dari gangguan ginjal akut misterius belum diketahui dan masih dalam proses investigasi," katanya
Adapun langkah pencegahan penyakit gangguan gagal ginjal akut misterius pada anak bisa dilakukan dengan, cukupi kebutuhan cairan harian sesuai usia, konsumsi makanan lengkap dan gizi seimbang, terapkan pola hidup sehat dan hindari mengkonsumsi obat-obatan keras terbatas tanpa resep dokter.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-kabupaten-subang-dr-maxi-1710.jpg)