Kampung Kuta di era digital

Kampung Kuta Setia Menjaga Tradisi Adat Warisan Leluhur di Tengah Serbuan Era Digital

Kampung Kuta setia menjaga tradisi adat warisan leluhur di tengah serbuan era digital

Penulis: Andri M Dani | Editor: Siti Fatimah
Andri M Dani
Salah satu rumah di Kampung Kuta 

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS- Seperti halnya kampung-kampung adat yang ada di Jawa Barat. Kampung Kuta juga  berada di pelosok, jauh dari hingar bingar keramaian. Suasana alami di kelilingi hutan rimbunan pohon-pohon.

Kampung adat Kuta yang terletak di Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Ciamis tersebut berjarak sekitar 45 km dari ibu kota Ciamis.

Tidak ada angkutan umum yang langsung menuju kampung yang berada di bawah lembah tak jauh dari sisi Sungai Cijolang (anak Sungai Citanduy) tersebut.

Angkutan pedesaan hanya sampai Pasar Tambaksari dari Terminal Rancah. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan ojek menuju Kampung Kuta.

Baca juga: Era Digital di Kampung Adat Kuta Masih Terkendala Sinyal

Warga Kampung Kuta yang hendak ke Pasar Rancah, angkutan yang menjadi andalan adalah mobil bak terbukanya Mang Dartim.

Setiap pagi, Mang Dartim mengantarkan warga Kampung Kuta yang hendak ke Pasar Rancah.

Dan siang harinya, sekitar pukul 12.00, Mang Dartim pulang kembali ke Kampung Kuta mengantarkan warga yang habis berbelanja.

Keseharian warga Kampung Adat Kuta adalah gambaran kesederhanaan  dan kesetiaan pada aturan adat warisan leluhur. Siapapun yang tinggal di Kampung Kuta wajib patuh pada tatanan adat.

Meski pun yang bersangkutan bukan asli Kampung Kuta, tapi tinggal di Kampung Kuta. Mungkin karena yang bersangkutan punya istri warga asli Kampung Kuta.

“Bagi warga yang tinggal di Kampung Kuta, tentu harus patuh pada aturan adat warisan leluhur,” ujar Kepala Dusun Kampung Kuta, Didi Sardi kepada Tribun Senin (17/10).

Kini Kampung Kuta dihuni oleh 117 KK (259 jiwa)  dengan tempat tinggal sebanyak 111 rumah yang tersebar di 4 RT (satu RW).

Sesuai dengan aturan adat, rumah yang ada di Kampung Kuta haruslah berupa rumah panggung, bukan rumah permanen (tembok).

Atapnya rumbia atau injuk dengan material bangunan dari bambu dan kayu. Bentuk rumah persegi dengan kontruksi sederhana tanpa lekukan.

Pintu gerbang Kampung Kuta
Pintu gerbang Kampung Kuta ()

Di Kampung Kuta tidak ada makam, sehingga kalau ada warga Kampung Kuta yang meninggal dikuburkannya di pemakaman umum di luar Kampung Kuta yakni di Dusun Cibodas Desa Karangkapingal.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved