Persib Bandung

Persib Bandung Akan Hadapi Persebaya Malam Nanti di GBLA, DDS Ketemu Mantan, Jika Liga 1 Tak Ditunda

Menurut jadwal, seharusnya Persib Bandung bertemu Persebaya malam nanti di Stadion GBLA.

Penulis: taufik ismail | Editor: taufik ismail
Persib.co.id
Tampilan di laman resmi Persib mengenai laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Malam nanti, Minggu (16/10/2022), Persib Bandung dijadwalkan akan bertemu Persebaya Surabaya.

Laga tersebut rencananya digelar di markas Maung Bandung, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Ini merupakan pertandingan penutup di pekan 13 Liga 1 2022/2023.

Namun laga tersebut tak jadi digelar hari ini alias ditunda.

Penundaan pertandingan sudah dilakukan sejak dua pekan sebelumnya setelah tragedi Kanjuruhan.

Tragedi tersebut menewaskan 132 orang yang didominasi Aremania.

Peristiwa pilu itu terjadi setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

Setelah tragedi ini Liga 1 2022/2023 dihentikan.

Semula PT LIB mengumumkan penundaan dua pekan.

Baca juga: Tak Tergantikan di Persib Bandung, Ini Catatan Positif Rachmat Irianto hingga Pekan Ke-10 Liga 1

Jika hanya ditunda dua pekan, maka pekan ini seharusnya Liga 1 sudah kembali bergulir.

Namun ternyata Liga 1 dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya laga Persib Bandung vs Persija Jakarta, Minggu (2/10/2022) juga ditunda.

Selain itu, ada satu laga lain yang ditunda.

Yakni laga Maung Bandung melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya.

Sedianya, pertandingan Persik Kediri vs Persib Bandung akan digelar Senin (10/10/2022) malam.

Namun laga Persik vs  Persib itu ditunda.

Ciro Alves beraksi di laga Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya di Stadion GBLA, Jumat (17/6/2022) malam.
Ciro Alves beraksi di laga Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya di Stadion GBLA, Jumat (17/6/2022) malam. (Tribun Jabar)

Kini kelanjutan Liga 1 2022/2023 masih belum pasti.

Apalagi setelah TGIPF tragedi Kanjuruhan mengeluarkan kesimpulan dan rekomendasi.

TGIPF menilai Ketua Umum PSSI dan seluruh anggota Exco seharusnya mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral atas jatuhnya ratusan korban dalam Tragedi Kanjuruhan.

TGIPF juga menyimpulkan bahwa Tragedi Kanjuruhan terjadi karena PSSI serta stakeholder liga sepak bola Indonesia tidak profesional sampai abai terhadap aturan yang sudah berlaku.

Dalam laporannya, TGIPF juga menyinggung sikap PSSI dan stakeholder sepak bola Indonesia lainnya yang saling melempar tanggung jawab pasca Tragedi Kanjuruhan.

Secara keseluruhan, TGIPF menulis delapan poin kesimpulan dan 12 rekomendasi yang berkaitan dengan PSSI.

Satu di antaranya rekomendasi TGIPF adalah PSSI harus segera mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih kepemimpinan dan kepengurusan yang baru. TGIPF dengan tegas menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia tidak akan memberi izin penyelenggaraan Liga 1, Liga 2, serta Liga 3, sampai PSSI berubah dan lebih siap mengelola kompetisi sepak bola Tanah Air.

Baca juga: Saat Skuad Persib Bandung Libur, Kiper Teja Paku Alam Ternyata Habiskan Waktu di Rumah Sakit

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved