Ingin Dapat Rp 20 Juta dari Edarkan Sabu-sabu, Nasib Petani Sayur Lembang Ini Berakhir di Penjara

Seorang petani sayur asal Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat berinisial HT (39) hanya tertunduk lesu saat digiring polisi di Mapolres Cimahi

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Petani sayur yang mengedarkan sabu seberat 1,1 kilogram saat digiring polisi di Mapolres Cimahi, Rabu (12/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Seorang petani sayur asal Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berinisial HT (39) hanya tertunduk lesu saat digiring polisi di Mapolres Cimahi, Rabu (12/10/2022).

HT diringkus polisi di rumahnya pada 6 Oktober 2022 sekitar pukul 14.00 WIB karena nekat mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu siap edar seberat 1,1 kilogram yang dikemas menjadi 9 paket senilai Rp 1 miliar.

Dia mengaku, awalnya hanya sebagai pengguna sabu-sabu saja bukan sebagai pengedar, tetapi belakangan mendapat tawaran yang menggiurkan dari seorang pria berinisial D untuk mengedarkan sabu tersebut.

"Saya bekerja sebagai petani sayur, tapi saya tidak jual sabu-sabu, itu hanya titipan karena sebelumnya saya pernah beli (sabu) sama dia (D)," ujarnya saat ditemui di Mapolres Cimahi, Rabu (12/10/2022).

Selama satu tahun ini, HT mengaku belum banyak untuk mengedarkan sabu-sabu tersebut karena mendapat upah yang besar jika dibandingkan dengan penghasilannya sebagai seorang petani sayur di daerah Kecamatan Lembang, KBB.

"Saya baru dua kali (mengedarkan), itu setelah ditawarin dari atas (D) karena dulunya saya pemakai," kata HT.

Baca juga: Jaksa Cecar 4 Terdakwa Penyelundupan Sabu-sabu 1 Ton, Ini Peran Sopir dan Kepala Desa di Pangandaran

Sebelumnya, Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan bahwa pelaku ini menerima sabu tersebut dari seorang pria berinisial D yang saat ini sudah ditetapkan sebagai DPO dan tengah diburu oleh anggota Satnarkoba Polres Cimahi.

"Tersangka yang bekerja sebagai petani ini menerima sabu-sabu dari saudara D dua kali dan mendapat upah sebesar Rp 20 juta untuk mengedarkan barang tersebut dan untuk DPO sudah dilakukan pengejaran," ucap Imron.

Untuk saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait pengungkapan kasus tersebut karena bukan tidak mungkin bahwa pengedar sabu ini merupakan jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

"Patut diduga ya (jaringan lapas) karena kami yakin tersangka ini tidak berdiri sendiri. Itu terbukti karena pergerakannya dalam satu bulan Oktober ini sudah dua kali mengedarkan sabu," ujar Imron. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved