Persib Bandung
FIFA Minta Kick Off Laga Liiga 1 Tak Lebih dari Pukul 17.00, Persib Langsung Sambut Gembira
Dalam suratnya, FIFA memberikan sejumlah rekomendasi untuk pelaksaan sepak bola di Indonesia.
Penulis: Cipta Permana | Editor: taufik ismail
Laporan wartawan Tribunjabar.id, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Induk organisasi sepakbola dunia (FIFA) mengeluarkan rekomendasi penyesuaian jadwal pertandingan, khususnya waktu kick-off di kompetisi Liga 1 Indonesia digelar sore hari dan pertandingan dilaksanakan pada akhir pekan.
Dikutip dari laman resmi PSSI, dalam surat tertanggal 5 Oktober 2022, FIFA menuliskan lima poin penting untuk mendorong perubahan sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.
Salah satu yang paling krusial adalah terkait jadwal pertandingan.
Hal itu tertuang pada poin keempat, di mana FIFA menyarankan dimulainya pertandingan sepak bola atau kick-off, paling lambat adalah pukul 17.00 atau 5 sore.
Selain itu, organisasi yang dipimpin Gianni Ifantino tersebut juga merekomendasikan pertandingan-pertandingan digelar pada akhir pekan (Sabtu-Minggu).
Sebagaimana diketahui, waktu kick-off Liga 1 2022-2023, paling awal digelar pada pukul 15.30, dan paling malam pukul 20.30 WIB.
Waktu kick-off terlalu malam, sering dipersoalkan dianggap oleh sejumlah klub peserta Liga 1, bahkan dinilai sebagai salah satu pemicu tragedi Kanjuruhan selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada 1 Oktober lalu.
Baca juga: Dampak Liga 1 Belum Jelas, Luis Milla Pangkas Frekuensi Latihan Persib, Jadi 4 Hari Dalam Sepekan
Sebagaimana diketahui, laga antara Arema FC dan Persebaya yang bertajuk derbi Jawa Timur dimulai pada pukul 20.00 WIB.
Berikut bunyi lima poin rekomendasi dalam surat FIFA tentang jadwal pertandingan, yang dikutip dari laman PSSI.
1. Tinjauan terhadap penjadwalan dan waktu pertandingan akan dilakukan, dengan tujuan khusus untuk menghindari waktu pertandingan yang dapat meningkatkan profil risiko pertandingan tertentu.
2. Hal ini dapat mencakup pertimbangan penjadwalan pertandingan selambat-lambatnya pukul 5 sore di televisi hanya pada hari Sabtu dan Minggu, yang mencerminkan korelasi antara waktu kick-off sebelumnya dan pengurangan insiden peristiwa kekerasan di tempat lain.
3. Ini juga harus membantu mengurangi tekanan pada infrastruktur transportasi umum dan memfasilitasi akses yang lebih mudah bagi pendukung ke transportasi umum sehingga membuat keberangkatan dari stadion lebih mudah dan lebih aman.
4. Jadwal pertandingan yang lebih konsisten juga harus memungkinkan kehadiran personel keamanan yang lebih terkoordinasi dan teratur untuk mendukung pertandingan.
5. Kampanye kesadaran di antara pendukung dan masyarakat umum harus diluncurkan untuk memastikan bahwa para pendukung dapat mengantisipasi semua potensi masalah.
Tanggapan manajemen Persib Bandung
Menanggapi rekomendasi FIFA tersebut, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar mengaku sepakat.
Menurutnya pertandingan kompetisi di Indonesia, seharusnya digelar pada sore hari, demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan.
Bahkan, lanjut pria yang akrab disapa Wak Haji Umuh itu, Persib menjadi salah satu klub yang paling sering mengkritisi jadwal pertandingan malam hari.
Apalagi, dalam draft awal jadwal Liga 1 2022-2023 sebelumnya, Persib menjadi peserta Liga 1 yang paling sering bermain pada waktu malam hari, termasuk saat pertandingan pekan ke-11, menjamu Persija Jakarta di Stadion GBLA Kota Bandung, 2 Oktober 2022 lalu.
Menurutnya, pihak kepolisian selaku panitia pengamanan pun keberatan dalam memberikan izin penyelenggaraan pertandingan, jika Persib Bandung harus terus bermain kandang pada malam hari di sepanjang kompetisi musim ini.
Pasalnya jika laga berlangsung malam hari sangat rawan terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Saya ucapkan terima kasih, alhamdulillah ini luar biasa, karena ini untuk menertibkan dan untuk kenyamanan di Jabar. Kelihatan sekali, Pak Kapolda sangat serius untuk pengamanan Persib, dengan menetapkan pemberian izin pertandingan untuk digelar sore hari,," ujarnya saat ditemui wartawan usai acara FGD 'Transformasi Persepakbolaan di Tengah Dinamika Fanatisme Suporter' di Grand Pasundan Convention Hall, kemarin.
Selain itu, Umuh meminta agar sepak bola tidak dijadikan keuntungan oleh pihak mana pun.
Umuh menyinggung operator kompetisi, dalam hal ini, PT LIB, untuk mengatur waktu pertandingan yang wajar dan tetap mengutamakan pertimbangan keamanan serta keselamatan, dibandingkan keuntungan komersial.
Sebab, faktanya pertandingan sepak bola di Indonesia belum berada di tahap cukup aman. Itu terlihat dari seringnya kasus kericuhan di pertandingan sepak bola dengan korban dari suporter, dan tak sedikit dari pihak keamanan, seperti dalam tragedi Kanjuruhan.
"Jadi kalau nanti ke depan, saya terima kasih ke Pak Kapolda (Jabar) mempertahankan (kick off pertandingan) jam 15.30 WIB itu sudah bagus. Jadi saya ingatkan kepada PT LIB jangan yang dipikirkan itu keuntungan sepihak," katanya.
Baca juga: Persib Bandung Kembali ke Lapangan, Bobotoh Rindu Nonton Aksi Para Maung: Der-keun Deui