Persib Bandung

Mantan Pemain Persib Bandung Ini Tadinya Akan Berhenti Bermain Sepak Bola, Sikapi Tragedi Kajuruhan

Pemain Persija Jakarta yang juga mantan Persib Bandung, Tony Sucipto mengungkapkan perasaannya saat mendengar pertama kali tragedi Kanjuruhan.

Kompas.com
Tiga pemain Persija Jakarta, Tony Sucipto, Taufik Hidayat, dan Hanif Sjahbandi, berbaur di tengah Bobotoh Persib Bandung pada acara doa bersama "Dari Kami Untuk Malang" di GOR Saparua Bandung, Sabtu (8/10/2022). 

TRIBUNJABAR.ID - Pemain Persija Jakarta yang juga mantan Persib Bandung, Tony Sucipto mengungkapkan perasaannya saat mendengar pertama kali tragedi Kanjuruhan.

Tony Sucipto hadir bersama gelandang Persib Bandung Dedi Kusnandar dalam diskusi dalam acara "Dari Kami Untuk Malang", Sabtu(8/10/2022).

Acara "Dari Kami Untuk Malang" selain dihadiri suporter Persib Bandung bobotoh, juga datang dari The Jakmania, Aremania, Bonek, dan lain-lain.

Tony Sucipto mengatakan, saat mendengar kabar tentang apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, ia sempat tidak ingin bermain sepak bola lagi.

Baca juga: Pemain Persib Bandung Ini Ternyata Pernah Jadi Kiper, Ini Alasan Kenapa Sekarang Jadi Gelandang

Menurutnya, hal itu tidak sejalan dengan cita-citanya bermain sepak bola.

"Kita pemain sepak bola adalah untuk menghibur para suporter saat datang ke stadion," tegasnya sambil terharu.

Ia berharap kejadian di Stadion Kanjuruhan menjadi peristiwa terakhir yang pernah dilalui sepak bola di Indonesia.

Dedi Kusnandar pun mengaku trauma dengan tragedi mengerikan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022.

Ia mengatakan, pada saat kejadian di Stadion Kanjuruhan, ia langsung menelepon semua temannya di Arema FC.

"Saya sangat sedih mendengar cerita teman-teman di sana," kata Dedi Kusnandar saat sesi diskusi di acara "Dari Kami Untuk Malang", Sabtu (8/10/2022).

"Mereka baru keluar dari stadion pukul empat subuh."

"Sampai-sampai mereka melihat para korban di ruang ganti."

Cerita tersebut membuat pemain bernomor punggung 11 tersebut merasakan apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Dedi menambahkan, semua pemain sepak bola baik di Indonesia maupun internasional pasti merasakan rasa duka atas kejadian tersebut.

"Kita hanya berniat untuk menghibur."

"Kita bermain untuk mempersatukan sepak bola."

"Tapi kalau ujung-ujungnya seperti itu, kita sebagai pemain tidak ada artinya bermain sepak bola," kata Dedi Kusnandar dengan mata yang berkaca-kaca. (Adi Ramadhan Pratama)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved