Banjir di Pangandaran

Ini 2 Wilayah di Pangandaran Rawan Banjir & Longsor, Relawan Tagana Harus Siaga di Lokasi Bencana

Wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa barat, dilanda bencana banjir dan longsor, ada beberapa rumah terdampak hingga puluhan KK terisolior

Penulis: Padna | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa
Kondisi banjir di wilayah Desa Bunisari Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa barat, dilanda bencana banjir dan longsor, personel relawan siaga bencana harus selalu siaga.

Satu di antaranya, personel relawan taruna siaga bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran.

Ketua FK Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana menyampaikan, intensitas curah hujan tinggi ini berdampak banjir dan longsor di beberapa lokasi di Kabupaten Pangandaran.

Sehingga, memang kemarin-kemarin sempat menghambat akses jalan termasuk jalur utama menuju Pangandaran.

"Tentu, Kami dari taruna siaga bencana harus langsung terjun di hari pertama ketika terjadi banjir dan longsor. Ada 60 anggota relawan Tagana yang tersebar di seluruh lokasi termasuk penanganan yang terjadi di lokasi longsor di Desa Pamotan," ujar Nana kepada Tribunjabar.id di lokasi longsoran di wilayah Desa Pamotan, Senin (10/10/2022) siang.

Dibandingkan di wilayah lainnya, kata Ia, bencana di Kabupaten Pangandaran yang paling parah yaitu ada di Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang.

"Di Desa Pamotan, ada 14 rumah yang terdampak longsor kemudian ada ratusan rumah yang memang terendam banjir," katanya.

Menurutnya, banjir disini (Pamotan) karakternya dari intensitas hujan tinggi yang mengakibatkan banjir bandang dari pegunungan.

Baca juga: Update, 1.000 KK Lebih di Pangandaran Terdampak Banjir, Belum Termasuk yang Terdampak Longsor

Selain di Desa Pamotan, bencana terparah kedua terjadi di wilayah Desa Bunisari Kecamatan Cigugur.

Di wilayah Cigugur, ada satu Desa disana yang rawan terhadap banjir akibat curah hujan tinggi yaitu di Desa Bunisari.

"Seperti sebelumnya, ada sekitar 40 KK yang memang terisolir dan sampai saat ini Kami juga masih menyimpan 3 unit perahu untuk penanganan akses warga," ucap Nana.

Karena, disana (di Desa Bunisari) yang menjadi kendala itu akses jalan warga ke lokasi permukiman.

"Permukiman warga masih dalam kondisi aman, hanya jalur aksesnya saja yang terganggu sehingga kita standby kan 3 unit perahu," katanya.

Kini, ucap Ia, sudah memasuki hati ketiga relawan Tagana terus berada di lokasi bencana di beberapa titik di Kabupaten Pangandaran.

"Jadi, sudah dua hari ini kita berada di lokasi untuk melakukan asesmen kemudian juga penanganan longsor dan hari ini juga kita menangani rumah korban akibat angin puting beliung di Kecamatan Padaherang dan di Kecamatan Mangunjaya," ucapnya. *

Baca juga: Longsor di Pangandaran, Dua Rumah Warga Tertimbun, Akses Jalan Tertutup

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved