Wanita Berpisau di Tanjungsari Sumedang yang Tewaskan 2 Orang Jalani Tes Kejiwaan, Begini Hasilnya

Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan mengatakan, menurut kabar tersebut, perempuan berinisal HER itu memang merupakan orang dengan gangguan jiwa.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan saat diwawancara TribunJabar.id, di halaman kantor DPRD Sumedang, Kamis (8/9/2022). AKBP Indra Setiawan mengatakan, menurut kabar tersebut, perempuan berinisal HER (40) itu memang merupakan orang dengan gangguan jiwa. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepolisian Resor (Polres) Sumedang telah mendapat kabar tentang hasil tes kejiwaan perempuan berpisau yang beraksi di dalam angkot di Tanjungsari, 22 September 2022.

Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan mengatakan, menurut kabar tersebut, perempuan berinisal HER (40) itu memang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Namun, Kapolres sendiri belum menerima surat berisikan hasil tes kejiwaan itu secara resmi.

Kabar tentang hal itu baru dia dapatkan sebagai informasi awal.

Baca juga: Warga Korban Longsor Cimanggung Sumedang Pernah Dapat Surat Pengusiran Akibat DTH Telat

"Saya sudah minta cek ke Kasatreskrim, ada informasi memang itu ODGJ," kata Indra Setiawan kepada TribunJabar.id di Sumedang, Jumat (7/10/2022).

Polisi telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumedang tentang penanganan lebih lanjut persoalan ini.

Bahkan Kapolres telah membicarakan hal ini langsung dengan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.

"Kami masih lakukan penanganan. Ya, suratnya belum kami terima, kami masih menunggu surat resmi," katanya.

Baca juga: Polisi Bagikan Paket Sembako dan Helm Gratis, Operasi Zebra Lodaya di Sumedang Bikin Warga Semringah

Namun, kabar tentang kondisi kejiwaan HER ini bukan berarti menjadikan polisi menghentikan penyelidikan.

Penyelidikan, kata Indra Setiawan, tetap dilakukan.

"Fakta-fakta yang kami dapatkan menyebutkan bahwa perempuan ini sengaja menodong-nodongkan pisau kepada penumpang angkot," kata Kapolres.

Akibat dari tindakam perempuan tersebut, penumpang angkot meloncat.

Dua orang dinyatakan meninggal dunia.

"Penyelidikan kami masih lanjut. Kami koordinasi dengan JPU (Jaksa Penuntut Umum) apakah dihentikan atau nanti di pengadilan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved