Tragedi Arema vs Persebaya

Viking Distrik Sumedang Nyalakan Lilin & Doa Bersama untuk Aremania, Ambil Hikmah Tragedi Kanjuruhan

Viking Sumedang berharap suporter klub-klub di Indonesia bisa berdamai setelah tragedi Kanjuruhan.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Ratusan bobotoh yang tergabung dalam kelompok suporter Viking Persib Club Distrik Sumedang menggelar doa bersama, tabur bunga, dan melakukan aksi menyalakan lilin di kawasan Alun-alun Sumedang, Kamis (6/10/2022) malam. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Viking Persib Club Distrik Sumedang menggelar doa bersama yang didahului dengan penyalaan puluhan lilin di Alun-alun Sumedang, tadi malam, Kamis (7/10/2022). 

Agenda yang digelar di satu sudut Alun-alun Sumedang ini sebagai ungkapan duka cita terhadap ratusan korban meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Sebih dari 100 orang meninggal dunia pada malam seusai laga Arema FC dan Persebaya Surabaya. 

Para pendukung klub sepak bola Persib Bandung ini merenungi tragedi maut di Kanjuruhan untuk diambil hikmahnya. 

Ada ratusan orang anggota Viking Sumedang yang datang pada acara doa bersama itu.

Mereka menyalakan lilin, membuat posisi melingkar, berdoa dengan khidmat, dan menyanyikan lagu-lagu yang liriknya tentang persahabatan dengan sedikit tetabuhan.  

Ketua Viking Persib Club Distrik Sumedang, Hendri Darmawan mengatakan doa-doa yang dipanjatkan adalah doa pengampunan bagi yang telah meninggal dunia dan doa keselamatan bagi korban yang masih dirawat di rumah sakit, dan doa kebaikan untuk sepak bola di Indonesia. 

Hendri mengatakan waktu berdoa semalam adalah malam Jumat, yang dipercaya sebagai waktu terbaik untuk berdoa.  

"Ini yang datang bukan hanya anggota Viking Sumedang, namun juga masyarakat umum dan organasisai pendukung Persib Bandung lainnya," kata Hendri. 

"Yang hadir lebih dari seratus orang, ada juga perwakilan kelompok suporter lainnya, yakni Ultras dan Casual," kata Hendri. 

Hendri menuturkan, pihaknya mendorong tim investigasi untuk mengungkap tragedi di Kanjuruhan secara terang benderang.

"Kami mendorong agar kasus ini diusut tuntas, jika memang ada pihak yang bertanggungjawab tentunya harus diproses sesuai  hukum yang berlaku," ujar dia. 

Pasca-tragedi Kanjuruhan, dia berharap Federasi Sepak bola Internasional (FIFA) tidak memberikan sanksi keras berupa pembekuan terhadap PSSI . 

"Tragedi Kanjuruhan harus dijadikan pelajaran untuk semua pihak. Mulai dari PSSI, panitia pelaksana, pihak pengaman, dan para suporter. Tragedi Kanjuruhan menjadi momen bagi kami para suporter di Indonesia  untuk lebih dewasa, bisa damai antar satu suporter dengan suporter lainnya," katanya.

Baca juga: Update Tragedi Kanjuruhan, Ternyata Ada Bonek yang Menjadi Korban, Kabar Beredar di Instagram

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved