Rumah Warga di Palabuhanratu Sukabumi Hancur Dihantam Banjir Bandang: Dapur Habis, Kamar Habis . . .

Banjir bandang menghancurkan bagian dapur, kamar mandi, dan satu kamar tidur rumah Yanto di Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Kondisi rumah Yanto di Kampung Babakan RT 11 RW 07 Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang hancur dihantam banjir bandang aliran Sungai Citarik. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Rumah milik Yanto (40), warga Kampung Babakan RT 11 RW 07 Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hancur dihantam banjir bandang aliran Sungai Citarik.

Yanto mengatakan, banjir bandang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB hingga tengah malam, Kamis (6/10/2022).

Banjir bandang menghancurkan bagian dapur, kamar mandi, dan satu kamar tidur rumahnya.

Akibatnya, Yanto, yang mengandalkan usaha bengkel di rumahnya, harus kehilangan pekerjaan karena kini ia tidak punya tempat usaha.

Baca juga: Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Gelombang Laut Tegalbuleud Sukabumi, Kerugian Capai Puluhan Juta

"Hilang mata pencaharian ini intinya. Ini dapur habis, kamar habis, tempat usaha saya, jadi gak bisa cari nafkah, buntu semuanya," kata Yanto saat ditemui di lokasi, Jumat (7/10/2022).

Menurutnya, peristiwa ini merupakan kejadian terparah.

Sebelumnya, pernah terjadi banjir tapi tidak membuat rumahnya hancur seperti saat ini.

Ia pun berharap bantuan dari pemerintah, minimal bantuan untuk tempat usaha bengkelnya.

Baca juga: KA Pangrango Tabrak Mobil di Sukabumi, PT KAI Daop 1 Jakarta Sebut Mobil Lalui Perlintasan Liar

"Sekarang tinggal di rumah orang tua, saya mengamankan barang-barang aja yang tersisa."

"Alhamdulillah kalau barang-barang masih ada yang selamat."

"Keluhannya ini saja, saya jadi gak punya tempat usaha."

"Harapannya ada bantuan dari pemerintah, dicarikan solusi lah, mata pencaharian saya kan jadi gak bisa," ucapnya.

"Berharap penuh ke pejabat pemerintah, sedikit perhatian saja."

"Saya mau pindah ke sana kan bahannya gak ada, gimana mau pindah," kata Yanto, penuh harap. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved