Tragedi Arema vs Persebaya

Pentolan Bonek Siapkan Tuntut Investigasi Tragedi Kanjuruhan Harus Adil Bagi Suporter

PENTOLAN Bonek, Andi Peci, mengatakan suporter Indonesia akan melakukan gerakan revolusioner apabila hasil investigasi tragedi Kanjuruhan tidak adil

Dok TRIBUN JABAR
Pentolan Bonek, Andi Peci mengatakan suporter Indonesia akan melakukan gerakan revolusioner apabila hasil investigasi tragedi Kanjuruhan tidak adil bagi suporter. 

Amali mengajak seluruh suporter sepakbola Indonesia agar berkomitmen menuju arah perbaikan. Menurut Amali, suporter tetap menjadi bagian dari kemajuan industri sepakbola tanah air.

“Istilah yang sering didengar bahwa kita tidak ingin menempatkan suporter hanya sebagai konsumen tetapi mereka bagian dari ekosistem nasional,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (Persib) Teddy Tjahjono mengatakan kejadian kelam yang membuat 131 orang meninggal di Kanjuruhan ini adalah teguran keras bagi seluruh stakeholder.

"Kami turut menyerukan agar kita semua dapat berkaca dan memperbaiki segala kekurangan agar tidak ada lagi tragedi seperti di stadion Kanjuruhan, Malang,” ujar Teddy.

Teddy juga mengajak semua suporter untuk bersama-sama bangkit dan memberikan yang terbaik untuk sepakbola Indonesia.

"Sudah cukup rivalitas antarsupporter, sudah cukup korban jiwa yang jatuh, sekarang saatnya kita melihat ke depan untuk kemajuan sepakbola Indonesia," ujarnya.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS) Andy Wardhanaputra. Tragedi di Kanjuruhan, kata Andy, harus menjadi titik balik untuk evaluasi dunia sepak bola di Indonesia. Evaluasi itu mulai dari manajemen pertandingan sampai mulai berubahnya rivalitas antar-suporter klub yang selama ini tumbuh subur.

"Kita harus evaluasi bersama, mudah-mudahan ke depannya kita bisa menyelenggarakan pertandingan dengan baik dan nyaman," ujar Andy.

Presiden Persija Jakarta Mohamad Prapanca berharap tragedi di Kanjuruhan tak lagi terjadi.

"Saya berharap semoga insiden di Malang menjadi kasus terakhir di sepak bola Indonesia," ujarnya.

Menyusul tragedi di Kanjuruhan, kompetisi sepak bola di Tanah Air, mulai dari Liga 1 hingga Liga 3 harus dihentikan untuk waktu yang belum bisa dipastikan. Selama tim investigasi belum selesai melakukan tugasnya, dipastikan tidak ada kompetisi sepak bola yang resmi bergulir. (tribunnetwork/abdila/kompas.com)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved