Persib Bandung

Para Legenda Persib Bandung Gelar Doa untuk Korban Tragedi Kanjuruhan: Semua Suporter Bersatulah!

Para mantan pemain dan pelatih Persib Bandung dari berbagai angkatan berkumpul di Stadion Persib (Sidolig), Jalan A. Yani, Kota Bandung, Jumat pagi.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Para mantan pemain Persib Bandung, antara lain Zaenal Arief, Deden Suparhan, dan Yaris Riyadi, menggelar salat gaib dan doa bersama bagi para korban di Stadion Kanjuruhan serta bagi perbaikan persepakbolaan Indonesia, di Lapangan Sidolig, Kota Bandung, Jumat (7/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para mantan pemain dan pelatih Persib Bandung dari berbagai angkatan berkumpul di Stadion Persib (Sidolig), Jalan A. Yani, Kota Bandung, Jumat (7/10/2022) pagi.

Mereka hadir untuk menggelar salat gaib dan doa bersama bagi para korban tragedi nahas di Stadion Kanjuruhan, yang telah mengakibatkan ratusan nyawa meninggal dunia, serta bagi perbaikan persepakbolaan Indonesia.

Tampak hadir para legenda Persib antara lain Indra Thohir, Robby Darwis, Adeng Hudaya, Gatot Prasetyo, Sobur, Cecep Supriatna, Anwar Sanusi, Yaris Riyadi, Roy Darwis, Deden Supahan, Hendra Komara, Zaenal Arief, dan pemain yang kini menjadi pelatih Persikabo 1973, Djadjang Nurdjaman.

Dalam kesempatan itu, turut hadir dua komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar dan Zainuri Hasyim.

Baca juga: Tiga Penggawa Persib Bandung Ini Harus Gabung Jakarta, Padahal Pelatih dan Pemain Lain sedang Libur

Tanpa memandang generasi atau angkatan berapa di Persib, semua pemain bersatu dalam balutan seragam Persib, yakni biru bagi pemain dan kuning bagi kiper, untuk bersama-sama dan secara tulus melakukan salat gaib dan doa bersama secara khidmat.

Umuh Muchtar berharap, tragedi Kanjuruhan menjadi pembelajaran bagi semua pihak, agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi.

Ia pun berpesan agar seluruh bobotoh saalam dunya dapat saling berjabat tangan dengan semua suporter klub lain di Indonesia.

"Saya berharap, setelah ada kejadian ini, semua bobotoh (suporter) di Indonesia, untuk bersatu lah. Saya memohon jangan bermusuh-musuhan lagi," ujarnya di lapangan Sidolig, Jumat (7/10/2022).

Menurutnya, sepak bola merupakan sarana untuk mempersatukan berbagai perbedaan dan menjalin persahabatan dan persatuan.

Oleh karenanya, ia mengajak seluruh suporter bisa menghilangkan kebencian satu sama lain.

"Ayo bersatu karena sepak bola ini untuk persatuan dan kesatuan, persahabatan, dan persaudaraan."

"Ayo kita buktikan bahwa olahraga ini adalah sarana untuk mempererat persahabatan."

Baca juga: Persib Bandung Libur Latihan, Marc Klok dan Abdul Aziz Bakal Habiskan Waktu dengan Keluarga

"Jangan sampai ada lagi kebencian di olahraga, apalagi sepak bola, karena ini sangat berat dan mahal ditebus dengan nyawa," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved