Banjir di Kota Bandung

Ketua DPRD Kota Bandung Ngeri dengan Cuaca Ekstrem, Minta Pemerintah Antisipasi Jangan Ada Korban

Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengaku ngeri dan khawatir dengan bencana di tengah cuaca ekstrem sepekan terakhir. 

Penulis: Tiah SM | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/CIPTA PERMANA
Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengaku ngeri dan khawatir dengan bencana di tengah cuaca ekstrem sepekan terakhir. Untuk itu, ia meminta pemerintah mengantisipasi agar tak ada korban jiwa. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengaku ngeri dan khawatir dengan bencana di tengah cuaca ekstrem sepekan terakhir. 

"Hujan deras disertai petir harus diwaspadai dinas terkait dan aparat kewilayahan jangan sampai kecolongan apalagi ada korban jiwa," ujar Tedy di ruang kerjanya, Jumat (7/10/2022).

Menurut Tedy, hujan cukup ekstrem menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kota Bandung dan pohon tumbang.

Ia mengatakan, banjir Gedebage selain karena hujan deras juga karena sampah dari pasar yang menyebabkan saluran air tersumbat.

Menurutnya, untuk penanganan bencana, DPRD mendukung anggaran di APBD perubahan Rp 14 miliar untuk penanganan banjir. 

Sementara itu anggota DPRD Kota Bandung Andri Rusmana mengatakan sepekan terakhir Kota Bandung diguyur hujan lebat dan intens relatif merata di semua kawasan.

Baca juga: Sempat Tersendat Akibat Luapan Air ke Jalan, Arus Lalu Lintas di Gedebage Bandung Kembali Lancar

Menurut Andri, permasalahan terjadi ketika banjir di Kota Bandung walaupun banjir tersebut berupa banjir cileuncang.

Penyebab banjir secara umum disebabkan saluran drainase tersumbat oleh sampah sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar dan terjadi banjir cileuncang. 

Andri mengatakan banjir selain persoalan sampah menyumbat saluran drainase ada hal menarik  yang memerlukan kajian yang lebih mendalam dan komprehensif atas terjadinya banjir di Kawasan Pasar Induk Gedebage dan sekitarnya.

"Setelah dilakukan pengamatan di lapangan penyebab banjir tersebut disebabkan antara lain karena  saluran drainase  di sekitar Kawasan Pasar Induk Gedebage yang kurang berfungsi dengan baik  sehingga air tidak bisa mengalir ke kolam retensi yang ada di area Pasar dan  meluap ke jalan," ujarmya. 

Andri mengatakan, selain itu volume kolam retensi di Kawasan Pasar Induk Gedebage tidak cukup untuk menampung air limpasan dari anak Sungai Cinambo dan anak Sungai Pamulihan dengan debit yang tinggi dan aliran air (run off) yang sangat cepat dari hulu sungai.

Baca juga: Pengendara Motor yang Terseret Banjir Luapan Sungai Cibuyut Tadi Sore Belum Ditemukan

"Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi warga Kota Bandung terutama warga sekitar Gedebage yang terhambat dalam melakukan berbagai aktifitas sehari-hari," ujarnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved