Hutan Lindung pun Kritis, 92 Ribu Pohon dari Astra Ditanam di 85 Hektare Lahan Kritis di Garut

Astra Internasional bersama Pemkab Garut tanami pohon di 500 ribu lahan kritis di Garut, seiring dengan musim hujan yang mulai datang.

Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Penanaman pohon di lahan kritis di Kabupaten Garut oleh Astra Internasional. 

TRIBUNJABAR.ID,GARUT- Astra Internasional bersama Pemkab Garut tanami pohon di lahan kritis di Garut, seiring dengan musim hujan yang mulai datang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Garut Jujun Juansyah mengatakan, ada sekitar 400 ribu hektare lahan kritis di Garut yang membutuhkan penanganan serius.

"Ada di lahan kehutanan, juga ada 55 ribu hektare DAS (daerah aliran sungai) yang harus dihijaukan," katanya saat menghadiri penanaman 92 ribu pohon di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jumat (7/10/2022).

Keterlibatan Astra Internasional dalam penanaman pohon di lahan kritis di Garut, kata dia, sebagai upaya meringankan beban pemerintah untuk memperbaiki kualitas lingkungan.

"Ini sama dengan mengurangi beban masyarakat dan kami pemerintah daerah (Garut)," ucapnya.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Supriyanto, menjelaskan, terdapat 81 ribu hektare kawasan hutan di Garut.

Baca juga: Peduli Sungai, Program Konservasi Dilakukan di Lahan Kritis di DAS Sungai Citarum

Dari jumlah tersebut, 76 ribu hektare di antaranya merupakan hutan lindung dan 5 ribu hektarenya hutan produksi terbatas. Namun, lanjut dia, hampir semuanya kini dalam kondisi kritis.

"Kebanyakannya kritis. Bukit, gunung ditanami sayur. Kemudian longsor," ujarnya.

Dia mengapresiasi penanaman pohon oleh Astra melalui Kampung Berseri Astra ini.

"Yang kritis perlu diatasi, salah satunya dengan agroforestry," ucapnya.

Kepala Divisi ESR Astra, Diah Suran, menjelaskan, pihaknya berkomitmen dalam menjaga lingkungan yang berkelanjutan. Di Garut kali ini, pihaknya menanam 92 ribu pohon di atas lahan seluas 85 hektare.

"Dengan sistem agroforestri. Diharapkan bisa meningkatkan nilai ekologi dan konservasi. Selain itu, bisa memberi dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat sekitar," ucapnya.

Dengan begitu, selain menanam pohon yang berdampak konservasi, pada kegiatan Astra inipun ditanam pohon kopi untuk meningkatkan pendapatan warga. Lebih lanjut dia katakan, penanaman pohon inipun merupakan kontribusi Astra dalam mendukung program National Determined Contribution pemerintah sebanyak 29 persen hingga tahun 2030.

"Upaya ini juga sejalan dengan aspirasi Astra dalam menurunkan GHG sebanyak 30 % sampai 2030 dari baseline 2019," katanya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved