BERITA SUBANG Sore 121 Anak Stunting Dapat Bantuan Makanan Bergizi selama 3 Bulan dari Pemkab

Beragam intervensi yang diberikan itu bertujuan menekan jumlah anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang di Kabupaten Subang.

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Ravianto
Foto : Ahya Nurdin / Tribunjabar.id
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr.Maxi memberikan paket bantuan makanan bergizi untuk anak stunting di Desa Palasari Kec Ciater Kab.Subang, Jumat(7/10/2022. Foto : Ahya Nurdin / Tribunjabar.id 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Anak penderita stunting di Kabupaten Subang mendapat perhatian serius dari Pemkab. Selain menerima gizi tambahan, mereka bakal mendapatkan bantuan makanan gratis selama 3 bulan sejak September hingga Nopember 2022 mendatang. 

Beragam intervensi yang diberikan itu bertujuan menekan jumlah anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang di Kabupaten Subang.

Kebijakan pemberian makanan nergizi bagi anak stunting itu yang diberi nama Bapak Asuh Anak Stunting(BAAS) merupakan bantuan makanan bergizi hasil gotong royong seluruh unsur Forkopimda Subang, yang bertujuan untuk mewujudkan Subang zero stunting.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dan Puskesmas Palasari, hari ini Jumat(7/10/2022) memberikan bantuan paket makanan dan minuman bergizi untuk 18 anak stunting di Desa Palasari Kec.Ciater Kabupaten Subang.

Kepala Kesehatan Kabupaten Subang, dr.Maxi  menjelaskan, dalam pemberian permakanan, dikhususkan  untuk anak penderita stunting, selama 3 bulan, yang bertujuan untuk perbaikan gizi anak-anak Stunting agar Subang Zero Stunting.

" Pemberian makanan  bergizi untuk anak penderita Stunting ini akan dilakukan selama 3 bulan dari September - Nopember 2022 dan Hari ini memasuki bulan kedua," ujar Maxi, disela-sela pemberian makanan  bergizi di Posyandu Melati Putih RW 04 Desa Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, Jumat(7/10/2022).

Menurutnya, setelah di intervensi selama 3 bulan dengan pemberian makanan bergizi ini, nantinya akan kita pantau apakah ada kenaikan berat badan.

"Di desa Palasari Kecamatan Ciater ini ada 18 anak menderita Stunting, sementara sekecamatan Ciater ada 121 anak. bantuan ini merupakan hasil gotong royong tenaga medis Dinas Kesehatan, bukan anggaran dari pemerintah," Katanya

Dengan bantuan ini, diharapkan makanan yang diberikan kepada balita dapat memenuhi gizi seimbang.

"Kami berharap tentunya mereka suka dengan makanan bergizi ini, sehingga ada dampaknya semisal bertambahnya berat badan dan pertumbuhan fisik. Sehingga  mereka menjadi anak-anak yang tumbuh sehat di masa depan,"ungkapnya

Maxi juga berharap bahwa sosialisasi dan bantuan yang diterima dapat menggerakkan masyarakat, khususnya orangtua yang memiliki anak stunting untuk terus berupaya memberikan treatment kepada anak-anaknya agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

"Teruslah berupaya memperbaiki gizi untuk anak-anak, agar mereka tumbuh menjadi anak sehat, pintar, sehingga bisa memiliki masa depan yang cerah," ucapnya

Sementara itu, Shinta salah satu orangtua anak Stunting, mengaku bersyukur dengan bantuan makanan bergizi untuk balita yang sudah berjalan dua bulan ini.

"Alhamdulillah! Bisa membantu pertumbuhan gizi anak saya, dan sangat bermanfaat bagi anak saya Salma yang sangat sulit makan dan pertumbuhannya lambat, sekalipun sudah berusia 2 tahun," ucap Shinta, orangtua anak Stunting. 

Shinta berharap, tentunya, dengan bantuan makanan bergizi ini, anak saya bisa tumbuh sehat dan pintar.

"Berat badan anak saya usia 2 tahun hanya 8 kilogram, berharap dengan adanya Suplai makanan bergizi seperti susu, biskuit dan Makanan bergizi lainnya, anak saya kedepan bisa tumbuh sehat perkembangan tubuh dan berat badannya, serta tentunya menjadi anak yang cerdas di masa depan," ujarnya(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved