ASN Tersangka Kasus Pasar Pelita Segera Dinonaktifkan, Terancam Tak Dapat Gaji dan Tunjangan Jabatan

Seorang ASN berinisial AS, tersangka Kasus Pasar Pelita yang juga Staf Ahli Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi bakal segera diberhentikan.

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/DIAN HERDIANSYAH
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan 

Laporan Kontributor Tribunjabar.ud, Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial AS, tersangka Kasus Pasar Pelita yang juga Staf Ahli Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi bakal segera diberhentikan.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan mengatakan, mengenai ASN yang terbukti tersangkut kasus tindak pidana, secara aturan akan dinonaktifkan.

"Sesuai dengan pasal 276 Perrauran Pemerintah No.11 tahun 2017. Apabila ASN tersangkut tindak pidana itu diberhentikan sementara menunggu hasil dari keputusan pengadilan," ujanya, kepada Tribunjabar.id, saat ditemui di Kantornya, Jalan R Syamsudin SH., Kota Sukabumi, Jumat (7/10/2022).

AS sebelum menjadi tersangka, menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Sukabumi, dengan golongan ASN Eselon II B, diberhentikan dari jabatan dan penonaktifan status ASN sementara.

Baca juga: Tersangka Dugaan Korupsi Pasar Pelita Sukabumi Dicopot dari Jabatannya, Terakhir Staf Ahli Wali Kota

"Apabila yang bersangkutan ini ditahan, ada tahapan proses, pertama pejabat yang berwenang (Sekertaris Daerah) menyampaikan usulan pemberhentian sementara kepada Wali Kota sebagai pejabat berwenang," ujar Asep.

"Jika status jabatan dan ASN nya dinonaktifkan sesuai aturan yang ada. Termasuk gaji dan tunjangan jabatan pun tidak diberikan" ucapnya.

Sejauh ini, berkas administrasinya sendiri, kata Asep, sudah disampaikan ke sekertaris daerah (Sekda) selanjutnya akan disampaikan ke wali kota.

"Proses administrasi sudah kita lakukan. Jadi usulan ini kita tinggal menunggu dari pejabat berwenang (Wali kota," katanya.

"Sementara status ASN AS sendiri akan segera pensiun di bulan November 2023 mendatang," pungkas Asep.

Sebelumnya, Kuasa hukum AS, Yanuar Reza, mengatakan, kliennya diamakan pekan lalu oleh Tipikor Polres Sukabumi kota atas dugaan tindak pidana korupsi pasar Pelita.

"Klaien kami ini Staf Ahli Wali Kota. Sekarang non aktif. Ia mulai ditahan dari hari Rabu (28/9/2022) minggu lalu. Sementara dinonaktifkan dari jabatan dan dua hari yang lalu kemarin," ujarnya kepada Tribunjabar.id.

AS dijerat Pasal 2, 3, 9, dan 11 UU Tipikor. Namun pihak pengacara tidak menjelaskan secara terperinci bagaimana peran AS keterlibatan dalam kasus tindak pidananya.

Baca juga: Polres Sukabumi Kota Serahkan Dua Tersangka Kasus Pasar Pelita ke Kejari, Satu ASN dan Satu Swasta

"Ada dua dugaan kerugian negara. Apakah yang Rp 44 miliar (penghilangan aset) atau Rp 19 miliar (bank garansi). Itu pun masih dugaan karena nanti akan dibuktikan di persidangan," tuturnya.

Dalam 20 hari ke depan, AS bersama tersangka lain yakni IR, ditahan di rumah tahanan Polres Sukabumi Kota dengan status tahanan Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved