Melihat Isi Manuskrip Peninggalan Raden Bagus Aria Wiralodra, Pendiri Indramayu, Ditulis Abad Ke-16

Manuskrip Wiralodra, yang ditulis pada kulit menjangan atau sejenis rusa, menjadi salah satu bukti sejarah peninggalan aden Bagus Aria Wiralodra.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Salinan manuskrip yang ditulis pendiri sekaligus bupati pertama Indramayu, Raden Bagus Aria Wiralodra, pada dinding di kompleks permakaman Raden Bagus Aria Wiralodra Indramayu, Kamis (6/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Manuskrip Wiralodra, yang ditulis pada kulit menjangan atau sejenis rusa, menjadi salah satu bukti sejarah peninggalan pendiri wilayah Kabupaten Indramayu, Raden Bagus Aria Wiralodra.

Manuskrip berukuran kurang lebih 70 cm x 50 cm itu ditulis dengan akrasa Jawa kuno dengan bahasa Jawa Kawi.

Pamong Budaya Koordinator Cagar Budaya dan Musium pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Indramayu, Tinus, mengatakan, manuskrip tersebut menjadi salah satu cikal bakal perumusan sejarah Kabupaten Indramayu pada tahun 1977.

"Ada banyak sumber dalam merumuskan sejarah Indramayu, salah satunya manuskrip Wiralodra," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (6/10/2022).

Baca juga: Besok Hari Jadi Ke-495 Indramayu, Keluarga Trah Wiralodra Mengaku Belum Terima Surat Undangan

Tinus menyampaikan, manuskrip tersebut diperkirakan ditulis dan sudah ada sekitar abad ke-16.

Hingga saat ini, manuskrip tersebut masih disimpan rapi dan dijaga sebagai salah satu benda pusaka Kabupaten Indramayu.

Tinus menyampaikan ada beragam penafsiran dari isi manuskrip yang ditulis Raden Bagus Aria Wiralodra tersebut.

Namun, pada intinya, manuskrip itu menjelaskan soal wilayah Kabupaten Indramayu yang makmur dengan berbagai sumber daya alam yang melimpah.

Baca juga: Hari Jadi ke-495, Indramayu Kembali Raih Prestasi

Penafsiran tersebut di antaranya kalimat Tan ana sawiji-wiji pratelane yen wonten tatsaka nyabrang Kali Cimanuk (Tidak ada suatu hambatan tandanya kalau ada ular menyeberangi Sungai Cimanuk).

Menurut Tinus, ada yang mengartikan sebagai jembatan yang melintang di Sungai Cimanuk untuk mempercepat roda perekonomian.

Kemudian, Sumur kejayan dres mili delupak murub tanpa patra (Sumur kejayaan mengalir derasnya lampu menyala tanpa minyak) yang dapat diartikan sebagai bendungan yang luas.

Selain itu ada pula yang menafsirkan sumur yang dimaksud adalah sumur migas yang banyak terdapat di wilayah Kabupaten Indramayu.

Salinan manuskrip Wiralodra ini juga bisa ditemui di Kompleks Pemakaman Raden Bagus Aria Wiralodra di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved