Tragedi Arema vs Persebaya

Jokowi Hubungi Presiden FIFA, Bicarakan Tragedi Kanjuruhan, Jika Disanksi Ini Sikap Presiden

Presidan RI Joko Widodo telah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membicarakan tragedi Kanjuruhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Presiden Jokowi bersalaman dengan Presiden FIFA Gianni Infantino. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah bicara dengan Infantino terkait tragedi Kanjuruhan. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Presidan RI Joko Widodo telah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membicarakan tragedi Kanjuruhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

“Hari Senin malam saya telah menghubungi, berbicara langsung dengan Presiden FIFA, Presiden Gianni Infantino berbicara banyak mengenai tragedi Kanjuruhan Malang dan juga berbicara mengenai FIFA under twenty berbicara banyak,” kata Jokowi.

Selain membahas tragedi Kanjuruhan, Jokowi dan Presiden FIFA juga membicarakan gelaran Piala Dunia U20 yang mana Indonesia akan menjadi tuan rumah pada 2023 mendatang.

Terkait potensi adanya ancaman sanksi FIFA kepada Indonesia karena tragedi Kanjuruhan yang memakan korban 131 orang tersebut, presiden pasrah.

Baca juga: Update Tragedi Kanjuruhan, Semua Liga 1, 2, dan 3 Dihentikan,  TGIPF Janji Tiga Minggu Beres

Presiden menyerahkan keputusan apapun kepada FIFA. “Tetapi keputusan apapun adalah kewenangan di FIFA,” katanya.

Presiden Jokowi juga, kemarin, terbang dari Jakarta ke Malang, Jawa Timur, mengunjungi para korban tragedi Kanjuruhan sekaligus meninjau langsung lokasi peritiwa yang menewasan ratusan orang itu.

Dalam kunjungan itu Jokowi mengatakan akan meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk mengaudit total seluruh stadion di Indonesia pasca Tragedi Kanjuruhan.

"Saya akan memerintahkan Menteri PU mengaudit total seluruh stadion yang dipakai untuk liga, baik Liga 1, 2, maupun 3 semuanya. Apakah gerbangnya sesuai standar, cukup lebar. Apakah gerbangnya ukuran sesuai standar manajemen lapangan yang memegang kendali siapa, semuanya," ujar Jokowi dalam konferensi pers di Malang, Rabu (5/10) siang.

"Dari peristiwa ini kita harus perbaiki semuanya, manjemen pertandingan, manajemen lapangan, manajemen pengelolaan stadion, semua harus kita audit total. Saya tidak ingin peristiwa ini terjadi lagi di negara kita," ucap Jokowi.

Jokowi menegaskan dirinya ingin tragedi Kanjuruhan yang menelan korban lebih dari 100 orang tersebut diusut tuntas. Oleh karena itu pemerintah membentuk TGIPF untuk menginvestigasi tragedi tersebut. “Ya, kenapa dibentuk tim pencari fakta independen karena ingin kita usut tuntas,” kata Jokowi.

Presiden juga menegaskan agar tidak ada yang ditutup-tutupi dalam pengungkapan tragedi tersebut. Menurutnya pihak yang bersalah akan dikenai sanksi bahkan bisa sampai pidana. “Tidak ada yg ditutup-tutupi yang salah juga diberikan sanksi, kalau masuk pidana juga sama,” katanya. (tribun network/git/fik)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved