Tragedi Arema vs Persebaya

Fakta Tragedi Kanjuruhan, Saat Ada Penembakan Gas Air Mata, Kapolres Malang Ada di Luar Stadion

AKBP Ferli Hidayat, sebelum dicopot dari Kapolres Malang, saat penembakan gas air mata pada tragedi Kanjuruhan, sedang berada di luar stadion.

(SURYA/PURWANTO)
Sejumlah suporter berdoa di depan pintu masuk tribun 12 Stadion Kanjuruhan pascakerusuhan yang menelan banyak korban jiwa, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Sejumlah saksi mata mengatakan, pintu tribun ini menjadi saksi bisu banyaknya korban suporter Aremania yang meninggal dunia usai laga sepak bola Liga 1 antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. SURYA/PURWANTO 

TRIBUNJABAR.id - AKBP Ferli Hidayat, sebelum dicopot dari Kapolres Malang, saat penembakan gas air mata pada tragedi Kanjuruhan, sedang berada di luar stadion.

Tragedi Kanjuruhan menyebabkan 131 orang meninggal dunia pascalaga Arema vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022).

Hal tersebut terungkap ketika anggota komisi kepolisian nasional (Kompolnas) Albertus Wahyu turun ke lapangan untuk mengungkap fakta-fakta tragedi Kanjuruhan.

Menurut Albertus Wahyu, di laga derby Arema Vs Persebaya itu, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat menerjunkan sekitar 600 personelnya dari total sekitar 1.000 personel yang dimiliki.

Baca juga: Korban Tendangan Kungfu Oknum TNI Semringah, Dikunjungi Pangdam V/Brawijaya, Pelaku Sudah Minta Maaf

Karena jumlah tersebut kurang, AKBP Ferli lalu berkirim surat ke Polda Jatim untuk meminta tambahan personel.

Akhirnya ada tambahan dari polres-polres sekitar, Brimob dan TNI sehingga total ada 2000 orang aparat.

Mereka tidak semua di dalam lapangan, termasuk personel Brimob.

Saat itu, AKBP Ferli sudah menyiapkan mobil baracuda untuk mengangkut para pemain Persebaya.

"Ini untuk sepak bola tidak lazim di seluruh dunia. Tapi untuk mengamankan karena diperkirakan suasana fanatisme suporter yang euforia bisa tak terkendali," kata Wahyu dikutip darin tayangan Apa Kabar Indonesia Malam, TVOne, Rabu (5/10/2022).

Dalam perhitungan AKBP Ferli, setelah pertandingan selesai, para pemain Persebaya itu langsung bisa masuk mobil baracuda sehingga ke luar stadion dengan aman.

Namun, saat itu pelatih justru membawa mereka ke kamar ganti lebih dahulu, bahkan meminta jumpa pers dulu.

AKhirnya 15 menit kemudian, pemain Persebaya baru masuk ke moil baracuda dan jalannya harus terhambat.

"Saat itu Kapolres (AKBP Ferli Hidayat) ada di luar stadion. Di dalam ada pengamananan," ungkap Wahyu.

Tiba-tiba setelah itu Kapolres mendapat informasi ada kejadian penembakan gas air mata.

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved