Tragedi Arema vs Persebaya

TGIPF Tragedi Kanjuruhan Janji ke Presiden Jokowi, 3 Minggu Bakal Serahkan Laporan

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan berjanji akan menyampaikan laporan ke Presiden RI Joko Widodo dalam waktu 3 minggu

m.tribunnews.com
Akmal Marhali, anggota dari TGIPF, menyebut Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan berjanji akan menyampaikan laporan ke Presiden RI Joko Widodo dalam waktu jangka tiga minggu. 

TRIBUNJABAR.ID - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan berjanji akan menyampaikan laporan ke Presiden RI Joko Widodo dalam waktu jangka tiga minggu.

Hal tersebut diungkapkan Akmal Marhali, anggota dari TGIPF, usai rapat TGIPF Tragedi Kanjuruhan di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, pada Selasa (4/10/2022).

Itu merupakan rapat pertama TGIPF Tragedi Kanjuruhan sejak dibentuk.

Rapat tersebut langsung dipimpin oleh Ketua tim TGIPF Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., serta dihadiri oleh semua anggota tim sebanyak 13 orang namun dua orang via zoom karena sedang di Papua dan Malaysia.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan: Aremania Beri Waktu 7 Hari, Jika Tak Ada Tersangka Ancam Turun ke Jalan

Hasil dari rapat perdana tersebut, TGIPF bersepakat untuk segera bekerja dan mencari akar masalah dari tragedi Kanjuruhan yang merenggut 131 jiwa dan korban yang dirawat lainnya.

Serta memberikan rekomendasi untuk menghentikan masalah-masalah yang selalu terjadi terhadap persepakbolaan Nasional.

Seperti diketahui, peristiwa kerusuhan pertandingan di sepakbola Tanah Air sudah sering terjadi dan selalu dibentuk tim pencari fakta tapi tidak pernah berubah kondisinya.

Sehingga akar masalahnya harus ditemukan oleh tim ini untuk kemudian direkomendasikan apa yang harus dilakukan agar tidak terulang di masa depan.

"Tim akan merekomendasikan penjatuhan sanksi bagi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran pada pertandingan antara Arema dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang," ucap Akmal Marhali, anggota dari TGIPF usai rapat.

Lebih lanjut, mantan jurnalis olahraga itu pun mengatakan jika TGIPF akan merekomendasikan sinkronisasi regulasi baik regulasi FIFA dan peraturan perundangan di Indonesia.

Sekaligus melakukan sosialisasi dengan memberikan pemahaman kepada seluruh stakeholder sepakbola, aparat keamanan, supporter, offical dan sebagainya.

"Semua pihak terlibat harus memahami peraturan ini," ucap Akmal.

Untuk hal-hal yang sifatnya teknis, lanjut koordinator Save Our Soccer (SoS) itu, tim ini akan terus bekerja sesuai rencana yang sedang disusun.

Dimana teknisnya akan diatur dalam bentuk koordinasi berkesinambungan yang dilakukan oleh sekretaris TGIPF.

"Insya Allah dalam tiga minggu kedepan, tim ini sudah dapat menyampaikan hasil kerjanya kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan diharapkan bisa bisa lebih cepat dari target itu," tambah Akmal.

"TGIPF juga menekankan dan disetujui oleh Menpora bahwa semua kompetisi PSSI (Liga 1, 2 dan 3) dihentikan sementara sampai Presiden Joko Widodo menyatakan bisa dinormalisasi, setelah tim ini menyampaikan rekomendasinya tentang seperti apa pelaksanaan penyelenggaraan dan pengamananan pertandingan yang harus dilakukan," katanya.

Artikel ini telah tayang di Bolasport.com

Sumber: BolaSport.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved