Persib Bandung

Pemain Senior Persib Bandung Ini Marah dan Sedih soal Tragedi Kanjuruhan: Saatnya Suporter Berdamai

Pemain senior Persib Bandung, Achmad Jufriyanto, mengaku sedih dengan apa yang terjadi di Kanjuruhan seusai laga Arema FC vs Persebaya.

Editor: Hermawan Aksan
Instagram @achmad16jufriyanto
Pemain senior Persib Bandung Achmad Jufriyanto beraksi dalam sebuah pertandingan. Jufriyanto mengaku sedih dan marah dengan apa yang terjadi di Kanjuruhan seusai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemain senior Persib Bandung, Achmad Jufriyanto, mengaku sedih dengan apa yang terjadi di Kanjuruhan seusai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022) dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022/2023. 

Polisi melepaskan gas air mata di tengah kerusuhan, membuat suporter Arema berdesakan, sesak napas, hingga lebih dari 100 jiwa melayang. 

Hari kelam sepak bola Tanah Air, insiden yang mencoreng sepak bola Indonesia di mata dunia. 

Ini menambah deretan panjang wajah muram sepak bola Indonesia. 

Baca juga: Kapten Persib Bandung Ini Tiga Hari Absen Latihan, Begini Penjelasan Pelatih dan Dokter Tim

Dalam satu dekade terakhir, sepak bola Indonesia didera berbagai macam masalah, mulai tahun 2012, termasuk masa dualisme PSSI. 

Pada tahun 2015-2016 kompetisi ditiadakan setelah PSSI di-banned FIFA. 

Pada tahun 2020 pandemi Covid-19 melanda, kompetisi pun kembali ditiadakan.

Hingga tahun 2022 ini, sepak bola Indonesia pun dibayang-bayangi sanksi FIFA karena tragedi Kanjuruhan yang menjadi sorotan dunia. 

Padahal, saat ini timnas Indonesia tengah dalam perkembangan baik di tangan Shin Tae-yong. 

"Sangat sedih, marah campur aduk karena kami juga pernah disanksi tidak ada kompetisi, terus kita baru mulai lagi dari Covid-19," kata Jufriyanto. 

"Euforia sedang bagus, timnas sedang bagus."

"Sangat sedih dengan korban yang berjatuhan, sedih dengan kompetisi yang seperti ini terus," kata pemain yang akrab disapa Jupe ini. 

Baca juga: The Jakmania Karawang Siap Sambut Doa Bersama dengan Viking Persib Club

Jupe benar-benar berharap peristiwa kerusuhan suporter sepak bola seperti di Kanjuruhan menjadi yang terakhir kalinya.

Kerusuhan yang bermula dari rivalitas dua tim yang terus mengakar sampai bablas ke luar batas.

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved