Breaking News:

Tragedi Stadion Kanjuruhan

Jokowi Beri Waktu Sebulan, Polri Segera Tetapkan Tersangka Tragedi Stadion Kanjuruhan

Presiden Joko Widodo memberi waktu sebulan kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengungkap tuntas tragedi Stadion Kanjuruhan.

Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi saat memberikan pernyataan terkait kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang setelah pertandingan Arema vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022). 

TRIBUNJABAR.ID - Presiden Joko Widodo memberi waktu sebulan kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengungkap tuntas tragedi Stadion Kanjuruhan. Perintah itu disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat di Istana Negara, Selasa (4/10).

Tragedi Stadion Kanjuruhan terjadi pascalaga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menewaskan 131 orang.

Dalam tragedi Stadion Kanjuruhan itu ratusan Aremania meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka berat dan ringan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkap isi perintah Jokowi itu.

Baca juga: Kisah ASN Pemkot Batu yang Berupaya Evakuasi Jenazah Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan

"Pertama, tim pencari fakta diminta segera bekerja. Kalau bisa tidak sampai satu bulan sudah bisa menyimpulkan," kata Mahfud di Istana Kepresidenan Jakarta.

Mahfud mengaku menyanggupi perintah Jokowi itu. Menurutnya, TGIPF hanya perlu menitikberatkan pengusutan pada masalah detail.

Sebagai dasar TGIPF bekerja, Mahfud melanjutkan, Presiden Jokowi juga sudah mengeluarkan Surat Keputusan Presiden (Keppres).

Keppres tersebut akan menjadi naungan bagi tim dari berbagai institusi yang bekerja menginvestigasi kejadian di Stadion Kanjuruhan.

"Misalnya Menpora punya tim, PSSI punya tim, Irwasum punya tim, itu bagus untuk menyelidiki itu agar terang, lalu nanti dikoordinasikan dengan kami di sini, di Kemenko Polhukam. Jadi ini yang dibentuk oleh Presiden," imbuhnya.

Mahfud menyebut tim yang dipimpinnya akan berupaya memenuhi target yang diberikan Presiden.

Untuk itu tim akan segera terjun ke lapangan menginvestigasi dan mengungkapkan berbagai hal, mulai dari siapa yang memberi komando, hingga pertanyaan mengenai jadwal pertandingan yang tetap dilakukan di malam hari.

"Presiden minta jangan sampai sebulan, ya nanti kita olah. Kan kita harus menemui, melihat lapangan, menemui siapa yang menyaksikan, siapa yang memberi komando, jaringannya dengan siapa kok bisa jadwal pertandingan yang diusulkan sore kok tetap berubah malam? Itu kan ada jaringan-jaringan, jaringan bisnis, periklanan, dan sebagainya. Nanti kita lihat," jelasnya.

Mahfud memastikan TGIPF akan langsung bekerja dengan melakukan rapat yang digelar tadi malam. Selanjutnya, tim akan memetakan dan mengidentifikasi masalah, lalu akan berbagi tugas hingga mendapatkan kesimpulan-kesimpulan.

"Ketika bagi tugas itu bisa memanggil orang, bisa mendatangi tempat karena itu kan banyak pihak. Ada yang harus ke FIFA, ada yang harus ke Polri, ada yang harus ke desa, ada yang harus ke lapangan, dan sebagainya. Ada yang mempelajari peraturan perundangan-undangannya," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved