Flyover Kopo Selesai, Selanjutnya Flyover Buahbatu, Masih Tunggu Provinsi Bebaskan Lahan

Setelah flyover Kopo, pemerintah pun kini berfokus untuk menghadirkan kembali dua flyover di Bandung, yakni Flyover Buahbatu dan flyover Nurtanio.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Ravianto
Dok. Kementerian PUPR
Pembangunan flyover Kopo telah rampung 100 persen. Karena itu, pada Rabu 21 September 2022 akan diujifungsikan sebelum resmi dibuka. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Flyover Kopo Kota Bandung telah resmi difungsikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada pekan lalu.

Keberadaan flyover Kopo ini guna mengurai kemacetan di wilayah Kopo agar menjadi lancar.

Tetapi, masih ada pembenahan persimpangan jalur selatan ke utara.

Setelah flyover Kopo, pemerintah pun kini berfokus untuk menghadirkan kembali dua flyover di Bandung, yakni Flyover Buahbatu dan flyover Nurtanio.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) wilayah IV Jabar pada Kementerian PU, Dedy Hariadi menjelaskan pembuatan flyover Buahbatu masih dalam proses pengadaan lahan oleh pemerintah provinsi Jabar, sedangkan flyover Nurtanio sedang berproses tahun ini.

"Kami (Kementerian PU) dan balai besar lagi proses penilaian dan koordinasi dengan Pemkot untuk percepatan dilakukannya penetapan lokasi. Ya yang paling memungkinkan lebih dahulu dibangun itu flyover Nurtanio, sedangkan yang Buahbatu masih menunggu provinsi untuk pembebasan lahannya," katanya di Balaikota, Rabu (5/10/2022).

Dedy juga mengatakan uang ganti rugi untuk flyover Nurtanio sudah dipersiapkan, sehingga pada awal Januari 2023 bila penetapan lokasinya selesai, maka bisa dibayarkan dan dilaksanakan konstruksinya.

"Flyover Nurtanio rencananya akan berada di lahan seluas 930 meter, konstruksi flyovernya 210 meter, dan estimasi Rp 176 miliar untuk biaya konstruksinya sedangkan anggaran pembebasan lahannya Rp 120 miliar," ujarnya.

Dia juga menambahkan pengoperasian flyover Nurtanio diperkirakan bakal terjadi di kuartal kedua 2024 bila pembayaran uang ganti rugi dilakukan awal Januari 2023.

Kehadiran flyover, lanjut Dedy, guna mendukung percepatan kereta cepat (KCIC).

"Jika nanti sudah beroperasi (Nurtanio) maka akan menjadi pengumpan dari Padalarang ke Cileunyi pakai KCIC yang hanya perlu waktu 15 menitan," katanya.

Ketika disinggung terkait underpass Cibiru, Dedy menjelaskan sebenarnya sudah ada desain dari dinas terkait. Namun, Kementerian PU melakukan review kembali dan mencoba mengusulkan tahun depan atau tahun selanjutnya, karena anggarannya terbatas.

"Desain (underpass) belumlah final. Tapi, estimasi pengerjaannya sekitar setahun dengan anggaran yang belum keluar karena proses review desain dari dinas terkait. Dan, kami belum tahu kapan untuk underpass Cibiru ini karena masih ada kebutuhan prioritas," kata Dedy seraya mengaku sudah ada obrolan dengan Gubernur Jabar terkait hal itu.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved