Tragedi Arema vs Persebaya

Duka Seorang Ayah di Malang, Temukan Dua Anak Gadisnya Meninggal di Lorong VIP Stadion Kanjuruhan

Defi Antok harus kehilangan dua anak gadisnya dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Editor: taufik ismail
(SURYA/PURWANTO)
Sejumlah suporter berdoa di depan pintu masuk tribun 12 Stadion Kanjuruhan pascakerusuhan yang menelan banyak korban jiwa, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Sejumlah saksi mata mengatakan, pintu tribun ini menjadi saksi bisu banyaknya korban suporter Aremania yang meninggal dunia usai laga sepak bola Liga 1 antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. SURYA/PURWANTO 

TRIBUNJABAR.ID, MALANG - Duka dirasakan seorang ayah di Malang setelah tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Ia harus kehilangan dua anak gadisnya yang menjadi korban meninggal peristiwa kelam tersebut.

Pria tersebut bernama Defi Antok.

Ia merasa terpukul karena kehilangan kedua putrinya malam itu. Ia menemukan keduanya meninggal di lorong VIP Stadion Kanjuruhan.

Ketika itu, Atok tak mendampingi kedua anaknya menonton laga derbi Jawa Timur antara Arema FC vs Persebaya Surabaya karena masih bekerja.

Kedua anaknya yakni Natasha Debi (16) dan Nayla Debi (13) menonton dari tribun di dekat pintu 13.

Pintu 13 diketahui menjadi salah satu sasaran tembakan gas air mata yang dilontarkan oleh aparat keamanan.

Dia baru mengetahui kedua anaknya menjadi korban saat hendak menjemput ke Stadion Kanjuruhan.

Dia dihubungi oleh seseorang yang memberitahu tentang kondisi anaknya.

Di stadion, dia menemukan kondisi anaknya sudah tidak bernyawa di lorong VIP.

"Ada yang telepon sama saya (seseorang) 'anak kamu cepetan ke sini, anak kamu', tidak bilang meninggal, posisi di lorong VIP sudah di situ, terus saya bawa ke RS Wava Husada, adiknya juga di situ posisinya," kata pria asal Krebet, Kabupaten Malang, itu.

Dia mengungkapkan, kondisi mulut Nayla keluar busa seperti orang diracun.

Sedangkan, kondisi Natasha sudah menghitam dan keluar darah.

"(Anak saya) adiknya (Nayla) kayak orang diracun (keluar busa), kakaknya (Natasha) hitam keluar darah sampai meninggal, sampai di bajunya darah, posisi tidak bisa menyelematkan diri karena masih kecil," ujar dia.

Halaman
123
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved