Tragedi Arema vs Persebaya

Bobotoh Sukabumi Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Sampaikan Pesan Perdamaian

Ratusan Bobotoh Persib Bandung di Sukabumi menggelar aksi solidaritas kemanusiaan korban di Stadion Kanjuruhan di Malang

Tribun Jabar/ Dian Herdiansyah
Bobotoh Persib menggelar doa bersama di Alun-alun Kota Sukabumi mendoakan korban Tragedi Kanjuruhan 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Ratusan Bobotoh Persib Bandung di Sukabumi menggelar aksi solidaritas kemanusiaan korban di Stadion Kanjuruhan di Malang Jawa Timur, Rabu (5/10/2022).

Kegiatan tersebut berlangsung di Alun-alun depan Masjid Kota Sukabumi, yang diikuti berbagai komunitas Bobotoh Persib ini menggelar doa bersama-sama

Kegiatan dimulai pembukaan dengan menyanyikan Indonesia raya dan ayat suci Alquran.

Kemudian dilanjutkan membaca salat dan menyanyikan Gugur Bunga ciptaan Ismail Marzuki.

Bobotoh, Kerajaan Viking Sukabumi, Risris Rizal Ali Perkasa mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk duka cita terhadap tragedi di stadion Kanjuruhan yang diinisiasi oleh anak-anak muda.

"Mudah-mudahan dengan jeda dihentikan memutus siklus kebencian antara suporter sepak bola. Mau seminggu atau sebulan tidak jadi masalah, yang penting panatisme buta ini mudah-mudahan menata teman-teman unsur supertor sepak bola di Indonesia," ujarnya, kepada Tribunjabar.id.

Risris juga munuturkan, sebagai pemuda yang disatukan yang dalam dalam naungan bendera merah putih harus menjunjung tinggi suatu perdamaian.

Baca juga: Kinerja Polri di Mata Dunia Buntut Tragedi Kanjuruhan: Sangat Termiliterisasi, Kurang Terlatih

"Jadi hari ini muncul persepak bolaan ini bukan karena pertandingan atau prestasinya. Akan tetapi dengan hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadi stadion Kanjuruhan Malang," tuturnya.

Pesan perdamaian ini digaungkan bukan hanya oleh harus bobotoh saja. Tentunya perlu keterlibatan unsur tokoh masyatakat seperti alim ulama.

"Mulai dari pemerintah, aparat dan tokoh masyarakat. Sehingga tataran bawah bisa menerimanya secara rasional dengan mengacu kejadian yang sudah-sudah," tutup Risris.

Salah seorang Bobotoh Persib lainnya, Firman Alamsyah Abdi Negara mengatakan, dirinya datang sebagai bela sungkawa dan mengutuk keras tragedi tersebut.

"Kami sebagai Bobotoh Persib mengucapkan bela sungkawa. Tidak benar dalam sepak bola harus ada korban jiwa hingga meninggal dunia," ujarnya.

"Seharusnya kerusuhan ini tidak terjadi. Disisi lain selalin kerusuhan menyayangkan juga adanya tembakan gas air mata dari pihak aparat. Sementara secara aturan di dalam pertandingan FIFA", pungkasnya.

Baca juga: Mengapa Pintu Stadion Kanjuruhan Dikunci padahal Laga Arema vs Persebaya Akan Selesai?Ini Kata Saksi

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved