Skakmat untuk Lukas Enembe yang Ngotot Minta ke Singapura, KPK: Indonesia Enggak Kurang Dokter Ahli

Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan banyak dokter di Indonesia yang memiliki kemampuan untuk memeriksa Lukas Enembe, Gubernur Papua.

Editor: Giri
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Gubernur Papua Lukas Enembe seusai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). Lukas Enembe ngoto minta berobat ke Singapura. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan banyak dokter di Indonesia yang memiliki kemampuan untuk memeriksa Lukas Enembe, Gubernur Papua.

Mengaku sakit, Lukas ngotot bisa berobat ke luar negeri.

Akibat sakitnya itu pula, Lukas enggan diperiksa KPK.

"Apakah harus di Singapura yang bersangkutan diperiksa? Kami sudah beberapa kali saya sampaikan, kita periksa dulu, kita lihat dulu kondisinya yang sebenarnya itu seperti apa. Jantung, diabet, atau apa penyakit degeneratif yang lain," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata, Senin (3/10/2022).

"Saya sampaikan, Indonesia juga enggak kurang dokter yang ahli di bidang itu. Di (Rumah Sakit) Cipto Mangunkusumo itu kan berkumpulnya dokter-dokter yang hebat termasuk di RSPAD," ujar Alex.

Alex mengakui, berdasarkan surat keterangan dokter pribadi dan rumah sakit yang ada di Singapura, Lukas memang harus rutin memeriksakan kesehatannya.

Menurut Alex, hal itu turut menjadi pertimbangan KPK dalam memanggil Lukas untuk diperiksa sebagai tersangka.

Baca juga: KPK Minta Lukas Enembe Manfaatkan Kesempatan dengan Baik, Diharapkan Hadir di Pemeriksaan

"Tapi, kembali lagi, kami sampaikan juga, kalau beliau itu dari Jayapura untuk diperiksa di Singapura artinya akan melakukan perjalanan penerbangan yang cukup jauh, lebih jauh daripada ketika yang bersangkutan dari Jayapura ke Jakarta," kata dia.

Di sisi lain, Alex juga mengakui bahwa pengobatan di Jayapura mungkin tidak sebaik di Singapura atau Jakarta, sehingga KPK mempersilakan Lukas untuk datang ke Jakarta.

Dia pun memastikan, jika Lukas benar sakit, maka KPK akan memfasilitasi pengobatan Lukas di Jakarta hingga dinyatakan siap menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

"Kalau memang sakit betul nanti dibawa ke RSPAD, ke dokter paling hebatlah di sini dan kita bantarkan kalau memang yang bersangkutan itu harus dirawat di rumah sakit," ujar Alex.

KPK menetapkan Lukas sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek yang bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Papua.

Lukas dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 12 dan 26 September.

Namun, ia absen dengan alasan sakit.

Baca juga: Lukas Enembe Tak Hadir Pemeriksaan KPK, SBY & AHY Diminta Ikut Dorong Gubernur Itu Agar Tak Mangkir

Kuasa hukumnya pun meminta KPK mengizinkan Lukas berobat ke Singapura.

KPK mempertimbangkan permohonan tersebut dengan catatan Lukas harus datang ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan dari dokter yang ditunjuk KPK. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lukas Enembe Minta Berobat ke Singapura, KPK: Indonesia Tak Kurang Dokter yang Ahli"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved