Regulasi Motor Listrik Diminta Segera Diputuskan, Ada Insentif Apa Saja?

Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Diaz Hendropriyono mengatakan, pemerintah terus mendorong agar regulasi kendaraan listrik segera diputuskan. 

Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Seorang warga menggunakan motor listrik saat acara "Wisata Asik Memakai Kendaraan Listrik" di Kawah Rengganis, Rancabali, Kabupaten Bandung, Sabtu (17/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Diaz Hendropriyono mengatakan, pemerintah terus mendorong agar regulasi kendaraan listrik segera diputuskan. 

Tentu, kata Diaz Hendropriyono, hal ini penting untuk memberi kepastian dan kesadaran kepada masyarakat tentang perlunya mengurangi emisi gas karbon lewat penggunaan kendaraan listrik.

Dia juga menyadari, bahwa kesadaran masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik tidak bisa dibangun hanya sekedar ajakan.

Namun, bisa memberikan sejumlah solusi dan alternatif yang dapat memudahkan masyarakat.

Hal itu disampaikan Diaz Hendropriyono disela-sela kegiatan 'Ready to eMove B20' di The Dharmawangsa Jakarta, Selasa (4/10/2022).

"Kalo kesadaran cuma, 'eh pake motor, pake motor'. Itu mungkin susah. tapi kita harus dengan insentif. Artinya ada pengurangan pajak, atau insentif-insentif lain yang bisa lebih bebas ganjil-genap. Jadi mendorongnya dengan kebijakan-kebijakan nggak bisa hanya bilang bahwasanya, 'ayo dong sadar lingkungan'. Menurut saya itu nggak cukup," kata Diaz.

Diaz juga meyakini penggunaan kendaraan listrik di Indonesia akan tercapai pada 2025. Dia melihat, Indonesia menjadi pangsa pasar yang potensial bagi industri kendaraan listrik.

Dia juga menyebut, saat ini kendaraan listrik seperti roda dua lebih diprioritaskan dibanding kendaraan roda empat.

"Perusahaan motor listrik sekarang sudah ada 35 perusahaan dengan kapasitas 1 juta unit per tahun. Dibanding kalo mobil itu baru ada 3 perusahaan produsen mobil listrik. kapasitasnya baru sekitar 14-an ribu unit per tahun," ucap Diaz.

"Lalu dari segi harga, motor listrik itu lebih murah ya. lebih terjangkau daripada mobil listrik. Artinya dengan angka yang sedemikian, kita melihat untuk mendorong target presiden kita bisa dorong pengadopsian atau transisi ke motor listrik. fokusnya lebih ke motor listrik. sehingga target dari presiden ini bisa lebih cepat tercapai," sambungnya.

Lebih lanjut, Diaz mengatakan, promosi dan pendekatan juga sudah dilakukan terhadap para perusahaan jasa transportasi online. 

Tentu, nantinya perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan beralih ke kendaraan listrik untuk pengembangan bisnis.

"Artinya dengan bantuan dari perusahaan-perusahaan transportasi dan ekspedisi kita bisa lebih cepat mencapai target yang ditetapkan oleh Bapak Presiden. Begitu," jelas Diaz.

Hadir dalam kegiatan itu, Menhub Budi Karya Sumadi, Ketua MPR, Bambang Soesatyo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, dan Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol. Yusri Yunus.

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved