Jalan Raya Subang-Bandung Longsor, Untung Tak Sampai Memutus Jalan

longsor di Jalan Raya Subang-Bandung, tepatnya di kawasan Kampung Panembong Desa Parung, Kecamatan Subang.

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Ahya Nurdin
Longsor di Jalur Subang-Bandung, membuat arus lalu lintas tersendat. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Subang, sejak sore kemarin, (3/10/2022) telah menyebabkan longsor di Jalan Raya Subang-Bandung, tepatnya di kawasan Kampung Panembong Desa Parung, Kecamatan Subang.

Kejadian longsor tersebut selain menyebabkan marka jalan ambruk sepanjang 10 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter, juga telah menyebabkan Pipa Perumda Air Minum Tirta Rangga Subang tertarik copot, terbawa longsoran tanah.

Akibat longsor tersebut, arus lalu lintas di kedua jalur tersendat, mengingat hanya 1 jalur yang digunakan, sehingga kendaraan untuk harus bergiliran melintas.

Guna mencegah longsoran terus melebar, pihak Perumda Tirta Rangga Subang dan warga setempat serta BPBD langsung bertindak cepat untuk untuk segera mengurug longsoran tersebut agar arus lalulintas bisa kembali normal.

PLT Direktur Utama Perumda TRS Ujang mengatakan sejak mendapatkan info terjadinya longsor, dirinya dan tim langsung bergegas ke TKP pada malam hari.

Namun karena terkendala kondisi cuaca dan adanya jalur listrik pada longsoran tersebut, membuat ia dan timnya khawatir kalau melakukan perbaikan pada malam hari, sehingga perbaikan pada saat itu diurungkan.

“Sampai jam satu malam kita masih di sini, tadinya kita mau langsung perbaikan cuma kita khawatir ini ada jalur listrik, jadi kita takut tersengat sementara kita malam ngecek hanya dengan tespen biasa saja,” kata Ujang.

Menurut Ujang faktor penyebab terjadinya longsor ini karena memang kondisi tanahnya adalah tanah pasir dan kondisi rendah yang berada pada jalur turunan.

Sedangkan untuk mengantisipasi hal serupa kedepanya Ujang mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi intens dengan pihak PU cuma menurutnya hal tersebut harus disesuaikan dengan program kerja mereka dan alokasi anggaran yang tersedia.

“Tapi kalau sudah menjadi bencana, sudah musibah seperti ini artinya mau tidak mau kita harus antisipasi, emergency,” kata Ujang.

“Mudah-mudahan air hari ini sudah bisa  tersambung, air ya minimal untuk mengisi reservoir bisa mengalir lagi,” tambahnya.

Kata Ujang biasanya pada saat baru menyambung pipa lagi air tidak bisa langsung lancar full 100 persen, karena melihat pemasangan yang apakah sudah stabil ataupun belum, tapi akan proses bertahap.

“Tapi Insya Allah, kita hari ini PU sudah bisa memperbaiki, Insya Allah bisa ngalir,” kata Ujang. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved