Jaksa Cecar 4 Terdakwa Penyelundupan Sabu-sabu 1 Ton, Ini Peran Sopir dan Kepala Desa di Pangandaran

Jaksa penuntut umum Kejari Bandung, mencecar 4 terdakwa penyelundupan sabu-sabu 1 ton di Pantai Mandasari Pangandaran. Ada sopir dan kepala desa

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/NAZMI ABDURRAHMAN
Empat terdakwa penyelundupan sabu-sabu 1 ton di Pangandaran beberapa waktu lalu, dihadirkan ke ruang sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (4/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung, mencecar empat terdakwa penyelundupan sabu-sabu satu ton di Pantai Mandasari Pangandaran.

Ke empat terdakwa itu dihadirkan ke ruang sidang, di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (4/10/2022).

Ke empatnya yakni Mahmud Barahui, warga negara asing (WNA) asal Afganistan, Hendra Mulyana, Heri Herdiana dan Andri Hardiansyahda.

JPU pertama menanyakan peran Andri, seorang sopir rental kendaraan yang turut terseret kasus tersebut.

Kepada JPU Andri mengakui merupakan pengguna sabu, sebelum mereka ditangkap Polisi, Andri sempat menggunakan sabu pemberian Heri. Selang dua pekan, Andri meminta lagi sabu kepada Heri. Andri kemudian diajak oleh Heri ke Mandasari, tanpa menjelaskan tujuannya.

"Enggak ada kejelasan detail bawa narkoba, cuma dua minggu sebelum kejadian pakai sabu dari Heri, sedikit," ujar Andri.

Setibanya di pantai Mandasari, Andri pun kaget saat mengetahui jika barang yang akan dibawanya itu merupakan sabu seberat satu ton.

"Saya kaget, karena terlalu banyak," kata Andri.

Baca juga: WNA Afganistan yang Selundupkan Sabu-sabu 1 Ton di Pangandaran Terancam Hukuman Mati

Saat ditanya, apakah Andri mau menggunakan sabu tersebut. Andri pun mengaku mau.

"Iya, mau," jawab Andri.

JPU kemudian mencecar Hendra, kepala dusun yang turut menjadi terdakwa dalam perkara ini. Hendra menyampaikan, sabu tersebut rencananya akan disimpan disebuah gudang untuk dikemas lebih kecil, sebelum diantarkan.

"Kalau sudah dikemas, nanti kita antarkan," ujar Hendra.

Sementara terdakwa Mahmud Barahui, mengaku, sabu tersebut dikirim dari Afganistan melalui perairan Pakistan menggunakan perahu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved