Tragedi Arema vs Persebaya

Daftar Lengkap Sanksi Komdis untuk Arema, Denda Rp 250 Juta, Diusir dari Malang, Sanksi Seumur Hidup

Ini daftar lengkap sanksi dari Komdis PSSI untuk Arema FC setelah tragedi Stadion Kanjuruhan.

Editor: taufik ismail
Kompas.TV
Komdis PSSI memberikan keterangan mengenai sanksi yang diberikan kepada Arema FC. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Komite Disiplin atau Komdis PSSI menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap Arema FC buntut kericuhan di Stadion Kanjuruhan setelah laga melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam.

Akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan ini, 131 orang meninggal dunia.

Sejumlah sanksi diberikan Komdis PSSI untuk Arema.

Dari mulai denda, larangan main kandang, hingga sanksi untuk ketua Panpel.

Untuk ketua panitia pelaksana pertandingan Arema dan officer security pertandingan Arema FC, keduanya disanksi larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup.

Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing mengatakan, hasil investigasi yang dilakukan oleh pihaknya menemukan ada kekurangan, kesalahan, dan kelalaian dari panitia pelaksana, badan pelaksana, serta klub Arema FC.

Selain kesalahan dari klub, ditemukan kesalahan personal oleh ketua panitia pelaksana.

“Jadi pertandingan Arema melawan Persebaya, dan juga kami melihat ada kesalahan, kekurangan dari security officer dalam kepanitiaan ini atau steward.”

Baca juga: Liga 1 Ditunda sebagai Buntut Tragedi Kanjuruhan, Begini Tanggapan Pelatih Persija Jakarta

Kesalahan yang dilakukan oleh panitia pelaksana, kata dia adalah gagalnya mereka mengantisipasi masuknya suporter Arema FC ke lapangan seusai pertandingan usai.

“Pada 1 Oktober saat petandingan Arema FC melawan Persebaya, diawali masuknya suporter Arema ke lapangan, yang gagal diantisipasi oleh panpel,” ujarnya.

Menurutnya, ketua pelaksana pertandingan tersebut, Abdul Haris, bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan even itu.

"Dia harus jeli, cermat dan bisa mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi," ucapnya.

Komdis, kata dia, melihat ketua pelaksanan tidak melakukan tugas dengan baik dan tidak siap, gagal mengantisipasi kerumunan orang datang, padahal mereka memiliki steward.

“Ada hal-hal yang harus disiapkan, pintu yang harusnya terbuka tetapi tertutup. Kekurangan ini menjadi perhatian kami,” ucapnya dalam konferensi pers, Selasa (4/10/2022).

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved