Tragedi Arema vs Persebaya

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Terusir 250 Km, Ketua Panpel Dihukum Aktivitas Bola Seumur Hidup

Komdis PSSI mengeluarkan 3 SK hukuman atau sanksi atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan seusai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Editor: Hermawan Aksan
Surya
Suporter Arema FC, Aremania, turun ke lapangan seusai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022-2023 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Sebagai buntut tragedi Kanjuruhan, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris dijatuhi hukuman berat larangan mengikuti kegiatan persepakbolaan seumur hidup. 

TRIBUNJABAR.ID - Sebagai buntut tragedi Kanjuruhan, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris dijatuhi hukuman berat larangan mengikuti kegiatan persepakbolaan seumur hidup.

Jatuhnya sanksi ini tidak terlepas dari tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 129 orang dan ratusan lainnya luka-luka.

Ketua Komisi Disiplin PSSI Erwin Tobing mengatakan, berdasarkan hasil investigasi pihaknya, ada kelalaian dan ketidakcermatan pihak pelaksana pertandingan dalam mengantisipasi kerusuhan.

Oleh karena itu, kata Erwin, pihaknya mengeluarkan 3 SK hukuman atau sanksi atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan seusai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Baca juga: Daftar Lengkap Sanksi Komdis untuk Arema, Denda Rp 250 Juta, Diusir dari Malang, Sanksi Seumur Hidup

Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris dan Security Officer Suko Sutrisno dihukum tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepak bola selama seumur hidup.

"Ketua Panitia Pelaksana dari Arema FC yaitu saudara Abdul Haris yang bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan event yang besar ini, dia harus jeli harus cermat harus mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi," kata Erwin dalam konferensi pers seperti ditayangkan Kompas TV, Selasa (4/10/2022).

"Kami melihat ketua tidak melaksanakan tugasnya dengan baik dan cermat dan tidak siap atau gagal mengantisipasi kerumunan orang datang."

Padahal, kata Erwin panitia pelaksama memiliki steward atau security officer.

"Ada hal-hal yang harus disiapkan, pintu-pintu yang harus terbuka tapi tertutup."

"Kekurangan-kekurangan ini menjadi perhatian kami dengan adanya hal-hal yang kurang baik itu, mungkin penerangan juga," kata dia.

"Karenanya kepada Saudara Abdul Haris sebagai ketua panitia pelaksana pertandingan Arema FC tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup," ujarnya.

Kemudian, kata dia, ada juga security officer atau steward atau orang yang mengatur semua keluar masuk penonton dan pintu Stadion Kanjuruhan.

"Siapa itu adalah Saudara Suko Sutrisno."

"Dia yang bertanggung jawab terhadap beberapa poin yang harus dilaksanakan tapi tidak berjalan baik."

Halaman
12
Sumber: Tribun Mataram
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved