Cuaca Ekstrem di Jabar
BMKG Beri Peringatan Agar Warga Waspada, Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem Sepekan Ini di Jabar
Ini sejumlah daerah di Jabar yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem sepekan ke depan.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memonitor perkembangan cuaca saat ini yang terindikasi adanya dinamika atmosfer yang dapat berdampak ke potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat.
Prakirawan BMKG Bandung, Yan Firdaus menyampaikan hasil analisis kondiai atmosfer terkini menunjukan adanya belokan dan perlambatan kecepatan angin yang dapat tingkatkan pola konektivitas dan aktifnya fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuator dan gelombang Kelvin.
Ini dapat menghasilkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Jawa Barat dalam beberapa hari ke depan.
"Kami perkirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat dapat disertai petir dan angin kencang mulai 2 Oktober sampai 8 Oktober 2022 di sebagian Jabar," ujarnya, Selasa (4/10/2022).
Potensi curah hujan sedang hingga lebat dan disertai petir dan angin kecang di antaranya di Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Cianjur, Karawang, Purwakarta, Subang.
Kemudian di Bandung Barat, Cimahi, Kabupaten dan Kota Bandung, Garut, Sumedang, Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.
Selanjutnya, dia meminta pihak terkait melakukan berbagai persiapan, seperti memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air yang siap mengantisipasi peningkatan curah hujan.
Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol, serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.
"Pangkas dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan atau tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang. Lalu, gencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian pemerintah daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan atau pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi)," katanya.
Baca juga: Cuaca Bandung, Cimahi dan Sekitarnya Hari Ini Selasa 4 Oktober 2022, Diprediksi Akan Hujan
