Peringati Hari Batik Nasional, Siswa SD Negeri 164 Karangpawulang Bandung Belajar Batik dari Ahlinya

Siswa-siswi SD Negeri 164 Karangpawulang Kota Bandung peringati hari batik nasional yang jatuh setiap 2 Oktober

Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Belasan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia belajar seni dan budaya Sunda di Cinunuk. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Siswa-siswi SD Negeri 164 Karangpawulang Kota Bandung peringati hari batik nasional yang jatuh setiap 2 Oktober. Mereka diperkenalkan berbagai motif batik dan diajarkan cara membatik oleh ahlinya,  Dinni Adrian selaku owner dari DA Batik.

Tak hanya itu, para siswa juga berlenggak-lenggok fashion show dengan menggunakan pakaian batik. Pengenalan batik terhadap murid SD, menurut Dinni sebagai sarana edukasi sejak jenjang dasar dengan memberitahukan cara membuat batik, tahapan, hingga perlengkapannya.

"Tadi kami perkenalkan batik motif angklung, motif Jalan Asia Afrika, motif kujang, motif bunga patrakomala, dan motif burung kutilang. Saya juga sudah keluarkan 9 motif ikon Bandung, seperti lima motif di antaranya, Pasopati, Braga, Gedung Sate, Monumen Bandung Lautan Api, dan Gunung Tangkuban Perahu," ujarnya, Senin (3/10/2022) di lokasi.

Baca juga: Peringati Hari Batik Nasional, Uu Ruzhanul Ulum Naik Vespa Antik Pakai Batik

Batik yang merupakan warisan budaya Indonesia telah ditetapkan milik Indonesia sejak 2009, yang artinya sudah 13 tahun. Dinni mengaku dahulu banyak orang yang malu untuk memakai batik. Tetapi, saat ini banyak orang yang sudah lebih percaya diri. Bahkan, dunia kerja sudah menggunakan batik seminggu dua kali.

"Kami pilih perkenalkan batik ke anak SD karena mereka itu saya rasa masih usia emas dan bisa untuk dikembangkan, berbeda dengan jenjang perkulihan," katanya.

Salah seorang siswa kelas enam SD Negeri Karangpawulang, Keisya yang sempat ikut membatik mengaku senang bisa belajar membatik. Dia pun menyebut tak ada kesulitan berarti meskipun pertama kali belajar membatik ini.

"Tadi sempat lakukan tahap pertama memberikan lilin ke wadah yang sudah disketsa motif bunga patrakomala. Ini baru pertama kali saya belajar membatik. Rasanya itu seru banget, hanya tadi agak hati-hati ketika memberikan lilin ke garis yang kecil-kecil. Semoga batik selalu bisa digandrungi banyak orang termasuk anak sekolah dan saya juga sering pakai batik ketika acara-acara tertentu," ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Tantan Syurya Santana mengapresiasi adanya peringatan hari batik nasional di SDN 164 Karangpawulang yang diinisiasi oleh Dinni Adrian sebagai pebisnis batik yang penuh kreativitas.

"Alhamdulillah aspek budaya harus terus dipelihara dan lestarikan dari anak usia dini hingga dewasa untuk mencintai batik. Sudah 13 tahun batik ini diakui oleh Unesco sebagai warisan Indonesia. Kami juga meminta setiap sekolah di Bandung untuk memperkenalkan batik sesuai karakter sekolahnya. Saya melihat batik itu miliki rasa kebersamaan dan gotong royong," katanya.(*) 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved