Tragedi Arema vs Persebaya

Gelar Doa Bersama, Solidaritas dari Suporter Persima Majalengka untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Dalam tragedi Kanjuruhan tercatat ada seratusan orang meninggal dunia setelah pertandingan antara Arema FC Malang kontra Persebaya Surabaya

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Persima Fans mengajak seluruh anggotanya dan masyarakat yang sedang menonton pertandingan Liga Pelajar di Stadion Warung Jambu Majalengka untuk menggelar doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Sepak bola Indonesia berduka dengan adanya tragedi Kanjuruhan.

Dalam tragedi Kanjuruhan tercatat ada seratusan orang meninggal dunia setelah pertandingan antara Arema FC Malang kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10).

Selain korban meninggal dunia, tragedi Kanjuruhan juga mengakibatkan seratusan orang lainnya yang masih dalam perawatan di rumah sakit.

Ratusan korban ini diduga karena efek gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan untuk membubarkan suporter Arema FC yang berupaya masuk ke dalam lapangan.

Baca juga: Arema FC Dukung Penuh Investigasi Tragedi Kanjuruhan oleh Polisi, Ikut Beduka dan Memohon Maaf

Kelompok suporter Persima Majalengka, Persima Fans ikut terketuk hatinya atas insiden maut nan memilukan tersebut.

Persima Fans pun mengajak seluruh anggotanya dan masyarakat yang sedang menonton pertandingan Liga Pelajar di Stadion Warung Jambu Majalengka untuk menggelar doa bersama.

"Jadi kemarin sebelum pertandingan laga kedua, kami mengajak semua yang berada di stadion warung jambu sore kemarin turut mendoakan para korban tragedi di Kanjuruhan Malang," ujar Koordinator Baramaboys Persima Fans, Didi Rosadi kepada Tribun, Senin (3/10/2022).

Tak hanya suporter, aparat kepolisian dan TNI juga ikut aksi berdoa bersama tersebut.

Menurutnya, Panpel pertandingan menyetujui permintaan Persima Fans untuk menggelar aksi solidaritas tersebut.

"Tentunya kami izin dulu ke Panpel dan Alhamdulillah dikabulkan gelar doa bersama."

"Intinya turut berduka cita sedalam-dalamnya, atas jatuhnya korban jiwa, di pertandingan Arema vs Persebaya."

"Semoga almarhum dan almarhumah diterima di sisi-Nya," ucapnya.

Didi mengungkapkan, aksi tersebut semata-mata merupakan aksi solidaritas sesama suporter yang ada di Indonesia.

Didi berpendapat jika pertandingan sepak bola berakhir dengan hilangnya nyawa, lebih baik tidak usah ada sepak bola.

"Jika sepak bola lebih mahal ketimbang nyawa, negara ini lebih baik hidup tanpa sepakbola," jelas dia. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved