Tragedi Arema vs Persebaya

Cerita Sedih Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan, Sugianto Hanya Bisa Menangis, ''Ini Anak Saya, Bu''

Duka mendalam dirasakan keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Sebanyak 125 orang dinyatakan kehilangan nyawa dalam kerusuhan yang terjadi pada Sabtu.

Editor: Giri
SURYA/PURWANTO
Suporter Arema FC, Aremania turun ke stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Sebanyak 125 orang meninggal dunia dalam kerusuhan yang terjadi setelah Arema FC kalah 2-3. 

TRIBUNJABAR.ID - Duka mendalam dirasakan keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Sebanyak 125 orang dinyatakan kehilangan nyawa dalam kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Sejarah di Stadion Kanjuruhan itu terjadi sesaat setelah Arema FC selaku tuan rumah kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023. 

"Ya Allah, Le (Nak)," kata Sugianto sambil menangis kala menatap wajah pucat anaknya, M Nizamudin (15), di selembar kertas HVS ukuran A4, Minggu (2/10/2022).

Ya, Nizamudin menjadi salah satu dari 125 korban meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Tangis Sugianto kembali meledak ketika Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghampirinya di kursi ruang tunggu Kamar Mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Malang.

"Ini anak saya, Bu. Masih SMP, Bu," ujar Sugianto sambil memperlihatkan foto sang anak di kertas HVS kepada Khofifah, dikutip dari Tribunnews.com, Senin (3/10/2022).

Warga Pasuruan itu mengungkapkan, Nizamudin sebelumnya memang telah berencana berangkat ke Malang untuk menyaksikan langsung duel Arema FC versus Persebaya.

Sugianto menuturkan, awalnya dia hendak melarang putra bungsunya itu datang ke stadion, namun dia pun tidak mau Nizamudin menjadi sedih karena tidak bisa menonton langsung pertandingan tersebut bersama teman-temannya.

"Banyak temannya, sekira 10 orang datang ke rumah (menjemput Nizamudin)," ucapnya.

Baca juga: FIFA Kibarkan Bendera Setengah Tiang di Markas Besar di Zurich, Penghormatan Atas Tragedi Kanjuruhan

Sebelumnya, Sugianto sempat mencoba menghubungi anaknya melalui telepon pada pukul 18.00 WIB, dua jam sebelum pertandingan dimulai.

Tak sempat mengangkat telepon dari sang ayah, Sugianto mengisahkan, Nizamudin mengirim pesan teks kepadanya melalui WhatsApp (WA).

"Terakhir komunikasi waktu hampir pertandingan (dimulai). Sempat saya telepon, tapi tidak terangkat," ucap Sugianto.

"Cuma dia WA 'ada apa pak?', setelah itu tidak ada kontak lagi, sampai pagi tadi jadi mayat," ucapnya.

Baca juga: TRAGEDI KANJURUHAN, Kontras Desak Kapolri Usut Anggotanya yang Diduga Penyebab Jatuhnya Korban

Hingga teman-teman sang anak yang juga berangkat menyaksikan pertandingan mengabarkan bahwa Nizamudin hilang dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

"Saya tahu dari teman-temannya yang mengajak (Nizamudin) pada Sabtu (1/10/2022) sore itu," ucapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ledak Tangis Sugianto Tatap Wajah Pucat Anaknya yang Jadi Korban Tewas di Stadion Kanjuruhan"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved