Pengoroyokan Siswa di Sukasari Tambah Panjang Daftar Kasus Kekerasan Anak di Sumedang

Kasus kekerasan yang dilakukan sekelompok remaja kepada seorang remaja lainnya di Kecamatan Sukasari, menambah panjang kasus serupa di Sumedang.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Istimewa/Warga
Tangkapan layar tindak kekerasan yang dilakukan sekelompok remaja kepada seorang remaja di Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. Kasus ini berakhir damai. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kasus kekerasan yang dilakukan sekelompok remaja kepada seorang remaja lainnya di Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, menambah panjang daftar kasus kekerasan terhadap anak di Sumedang

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sumedang mencatat ada 48  kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan sepanjang 2022. 

Dari jumlah keseluruhan, 70 persen merupakan kasus kekerasan yang dialami anak. 

Soal kasus kekerasan yang menimpa seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) As-Sa'adah di Sukasari, Wakil Ketua P2TP2A Sumedang, Retno Ernawati, mengatakan, kasus tersebut model baru.

"Kasus dengan model pengeroyokan itu menjadi kasus pertama yang terjadi di Sumadang," kata Retno kepada TribunJabar.id, Minggu (2/9/2022).

"Bukan berarti tidak pernah terjadi di masyarakat ya, tetapi kasus kekerasan tersebut adalah kasus yang terlaporkan di P2TP2A Sumedang," kata Retno Ernawati. 

Wakil Ketua P2TP2A Kabupaten Sumedang, Retno Ernawati, saat diwawancarai TribunJabar.id, di ruang kerjanya, Jumat (8/7/2022).
Wakil Ketua P2TP2A Kabupaten Sumedang, Retno Ernawati, saat diwawancarai TribunJabar.id, di ruang kerjanya, Jumat (8/7/2022). (Tribun Jabar)

Retno mengatakan, dari yang tercatat sebanyak 48 kasus, sebanyak 17 kasus di antaranya dialami perempuan dan 31 kasus dialami anak.

Retno menyebutkan, ketahanan keluarga dan sekolah menjadi satu di antara faktor penting dalam menekan angka kekerasan terhadap anak.

"Mendidik anak bukan hanya dididik untuk pandai dari sisi keilmuan, tetapi juga harus pandai dari sisi interaksi sosial," kata dia.

Sebelumnya, AG (15) siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) As-Sa'adah menjadi korban kebrutalan empat remaja siswa SMPN 1 Sukasari dan siswa satu SMK di Ganjungsari.

Pengeroyokan terjadi akibat kesalahpahaman.

Baca juga: SOSOK Rifdah Farnidah Penghafal Al Quran Asal Sumedang, Harumkan Indonesia di Kancah Dunia

Baca juga: Disdik Sumedang Serahkan Hukuman Siswa Terlibat Pengeroyokan ke Sekolah, Jangan Bunuh Masa Depan

Pengeroyokan terjadi di kawasan Bumi Perkemahan Kiara Payung.

Para pelaku diketahui berinisial HR (15) siswa SMPN Sukasari, MNA (15) siswa SMPN Sukasari, RG (15) putus sekolah, dan RI (15) siswa SMK YBM Tanjungsari. 

Video kekerasan yang dilakukan remaja itu viral di media sosial.

Namun, kasus ini diselesaikan dengan cara camai setelah menjalani mediasi di Mapolsek Sukasari, Jumat (30/9/2022). (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved