Tragedi Arema vs Persebaya

Duel Persib Bandung vs Persija Jakarta Ditunda, Viking Sumedang: Sepak Bola Dunia Pasti Berduka

Hendri Darmawan pun menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya ratusan pendukung Arema FC dalam kerusuhan yang terjadi Stadion Kanjuruhan.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Hermawan Aksan
Surya
Suporter Arema FC, Aremania, turun ke lapangan seusai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022-2023 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Seratus lebih Aremania dikabarkan meninggal dunia dalam insiden ini. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (2/9/ 2022), resmi ditunda oleh PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).

Menyikapi hal ini, Ketua Viking Persib Club Distrik Sumedang Hendri Darmawan menilai keputusan itu merupakan pilihan yang tepat.

"Keputusan penundaan duel Persib lawan Persija sangat wajar dan tepat. Semuanya menerima kok," kata Hendri Darmawan saat dihubungi TribunJabar.id, Minggu siang (2/10/2022).

Hendri mengatakan, kebjikan penundaan pertandingan Persib melawan Persija adalah faktor kemanusiaan.

Baca juga: Bobotoh Sukabumi Sepakat Persib Bandung vs Persija Jakarta Ditunda: Ini Bentuk Empati Kita

"Harus diundur, faktor kemanusian, semua harus berempati atas tragedi di Malang," ucapnya

Hendri pun menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya ratusan pendukung Arema FC dalam kerusuhan yang terjadi Stadion Kanjuruhan.

"Tragedi di Stadion Kanjuruhan merupakan duka mendalam untuk semuanya."

"Bukan hanya warga Malang yang berduka. Kami berduka dan sepak bola dunia juga pasti berduka karena jumlah yang meninggal paling banyak sedunia," ucapnya.

Penundaan pertandingan Persib melawan Persija merupakan buntut dari kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan ratusan orang suporter Arema FC dan anggota polisi.

Kerusuhan Sabtu (1/10/2022) malam diduga dipicu kekalahan Arema FC oleh Persebaya Surabaya 2-3.

Sebagian kecil dari 42.000-an suporter yang memadati stadion merangsek ke tengah lapangan.

Mereka meluapkan kekecewaan terhadap para pemain Arema FC yang kemudian menyulut kerusuhan.

Polisi menembakkan gas air mata, bahkan ke arah penonton yang duduk di tribun. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved