Guru dan Jaksa di Karawang yang Saling Lapor ke Polisi Akhirnya Berdamai

Guru dan jaksa yang saling lapor dugaan penganiayaan di Karawang, akhirnya sepakat berdamai.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ravianto
askgramps/intisari
Burung merpati, lambang perdamaian. Guru dan jaksa yang saling lapor ke polisi atas dugaan penganiayaan di Karawang, akhirnya sepakat berdamai. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Guru dan jaksa yang saling lapor ke polisi atas dugaan penganiayaan di Karawang, akhirnya sepakat berdamai.

Keduanya saling memaafkan setelah dimediasi oleh Kapolres Karawang bersama Kepala Kejari Karawang, Martha Parulina Berliana.

"Jadi, sudah ada perdamaian antara kedua belah pihak," ujar Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Sutan Harahap saat dihubungi, Sabtu (1/10/2022).

Menurut Sutan, pihak Kejari Karawang sejak awal sudah berkomunikasi dengan jaksa bernama Tumpal serta guru SMAN 5 Karawang bernama Jajang.

"Akhirnya kedua belah pihak sama-sama bersedia memaafkan dan bersedia berdamai," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, kata Sutan, pihak dari jaksa meminta maaf atas perbuatannya. Jajang juga telah menerima permohonan maaf tersebut.

Sebelumnya, guru SMA dan Jaksa di Karawang, saling lapor atas dugaan tindak pidana penganiayaan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, awalnya datang seorang guru bernama Jajang melapor ke Polres Karawang atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Tumpal, seorang jaksa.

Adapun kronologisnya, kata Ibrahim, Jajang mengaku didatangi Tumpal pada Jumat, tanggal 23 September 2022 sekitar jam 11.35 WIB.

"Lalu, pada saat korban keluar dari kelas, korban bertemu dengan terlapor. Terlapor lalu ngobrol dengan korban terkait Ibu Ana (Istri terlapor)," ujar Ibrahim.

Tiba-tiba, Tumpal mencubit tangan dan mencekik leher serta memukul ke bagian wajah Jajang.

Lalu, Jajang sempat melawan dengan memukul balik terlapor hingga terjatuh.

"Saksi membangunkan terlapor dan membawa terlapor ke lobi serta memberi minum," katanya.

Atas kejadian tersebut, Jajang diperiksa ke RSUD Karawang untuk melakukan visum dan kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polres Karawang.

Pada hari yang sama, Tumpal juga mendatangi Polres Karawang untuk melaporkan balik dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh Jajang guru SMAN 5 Karawang.

Adapun kronologis versi Tumpal, Jajang dan Saepul seorang satpam, diduga memukulnya menggunakan tangan kosong dan mengenai kelopak bawah sebelah kiri, samping dekat telinga dan kepala bagian belakang.

"Kemudian pelapor langsung berobat ke RSUD Karawang untuk visum dan selanjutnya melapor ke Polres Karawang," ucapnya.(Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved