Usung Inovasi Politik Gagasan, KIB Tak Ingin Terjebak Figur Populer untuk 2024

Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB tak ingin terjebak figur populer untuk 2024

Muhamad Syarif Abdussalam
Diskusi Galang Aspirasi Politik (Gaspol) yang diselenggarakan PWI Jabar Pokja Gedung Sate di Kota Bandung, Jumat (30/9). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily, menegatakan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) lebih mengedepankan ide dan gagasan, dan tak ingin terjebak pada figur. Karena itu, KIB memilih lebih dulu meluncurkan Visi-misi dan program. 

Ace mengatakan dalam proses terbentuknya KIB, ada satu kesadaran yang sama bahwa setelah Pemilu 2019, ada suasana keterbelahan yang tajam di masyarakat. Penyebabnya adalah isu-isu dari aspek yang tidak subtansial, salah satunya politik identitas.

Karena itu, kata Ace, KIB ingin perdebatan ke depan seharusnya lebih pada ide dan gagasan yang lebih subtansial.

"Politik kita harus dihentikan dari politik identitas, harus berdasar gagasanm Kita ingin melihat apa yang jadi tantangan Indonesia kedepan. Setelah itu baru diskusikan figur yang cocok," katanya dalam diskusi Galang Aspirasi Politik (Gaspol) yang diselenggarakan PWI Jabar Pokja Gedung Sate di Kota Bandung, Jumat (30/9).

Baca juga: Hindari Politik Identitas dan SARA, KIB Tawarkan Politik Kebangsaan dan Menangkan Airlangga Hartarto

Dalam pandangan KIB, katanya, tantangan Indonesia Kedepan ada 5 C. Yaitu Covid 19 yang dampaknya masih terasa, Conflict (konflik) antar negara dan dampak-dampaknya, Climate Change (perubahan iklim), Commodity Price (harga komoditas) dan Cost of Living (biaya hidup) yang cenderung terus naik.

Hal itu, harus dihadapi dengan 5 B, katanya, yakni Bersatu, Bertransformasi, Bekerja, Berdoa, dan Berkarya terus menerus.

"Kita menitik beratkan pada kualitas sumber daya manusia. Kita identifikasi Indonesia harus jadi negara maju, memanfaatkan bonus demografi," papar Ace.

Jika bonus demografi tidak dapat dimanfaatkan dengan baik pada waktunya, generasi tersebut akan menjadi aging society atau masyarakat yang didominasi usia tidak produktif.

Baca juga: Ketua Golkar Jabar Sebut KIB Perjuangkan Politik Gagasan, Bukan Identitas Sektarian Pemecah Belah

"Karena itu, kami telah melaunching Program Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional (Paten), dengan tujuh inisiatif utama," ujarnya

Yang pertama adalah percepatan perbaikan dan transformasi kesejahteraan rakyat, guna memperbesar kelas menengah, menciptakan lapangan kerja produktif, serta menuju negara maju dan sejahtera sebelum kesempatan emas mulai menutup di tahun 2035.

Yang kedua, pelayanan kesehatan dan perlindungan sosial, untuk seluruh rakyat.

Baca juga: KIB Rapatkan Barisan, PPP, PAN, dan Golkar di Kota Cirebon Berencana Siapkan Sekretariat Bersama

Ketiga, Pemerataan akses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berkesetaraan gender, khususnya untuk generasi muda

Keempat, ketahanan sistem keuangan, ketahanan pangan, ketahanan energi, serta pembangunan yang bekerlanjutan dan ekonomi sirkular.

Kelima adalah ketahanan NKRI yang kokoh secara ideologi, sosial-budaya, politik yang menyatukan, pertahanan dan keamanan.

Keenam adalah transformasi kelembagaan dan birokrasi yang berbasis pada prestasi (meritokrasi), dan ketujuh adalah kepemimpinan dan hubungan internasional yang berwibawa.

"Visi besarnya adalah 3S, sehat manusianya, sehat ekonomi dan sehat buminya," kata Ace. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved