Mengingat Sejarah Kelam G30S PKI,Mural Tujuh Pahlawan Revolusi Dibuat di Gang Gang Haji Kodir Cimahi

Di Gang Haji Kodir, di Jalan Raya Cimindi Cibeureum, Kota Cimahi, warga mengingatnya dengan membuat mural tujuh pahlawan revolusi.

Tribun Jabar
Pengendara motor saat melintas di Gang Haji Kodir, Jalan Cimindi, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, yang dihiasi gambar tujuh pahlawan revolusi, Rabu (29/9/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - BERAGAM cara dilakukan warga untuk mengingat peristiwa kelam pengkhianatan G30S PKI.

Di Gang Haji Kodir, di Jalan Raya Cimindi, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, warga mengingatnya dengan membuat mural tujuh pahlawan revolusi.

Gambar pahlawan revolusi tersebut menghiasi tembok yang ada di gang.

Berkat gambar itu warga bisa lebih mengenal dan mengingat kembali enam jenderal TNI dan satu perwira menengah yang gugur dalam peristiwa G30S PKI.

Baca juga: Quotes Soekarno dan Soeharto Cocok Jadi Caption saat Peringati G30S PKI, Bagikan di Media Sosial

Tujuh pahlawan yang menjadi korban dalam peristiwa G30S PKI tersebut yakni Jenderal Ahmad Yani, Mayjen R Soeprapto, Mayjen MT Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Panjaitan, Brigjen Sutoyo, dan Lettu Pierre A Tendean.

Ivan Effendi (38), pemuda yang menggambar tujuh pahlawan revolusi di Gang Haji Kodir, mengatakan gambar wajah tujuh pahlawan revolusi ini memang sengaja ia buat untuk mengingat mereka yang menjadi korban upaya kudeta terhadap Presiden Soekarno pada 30 September hingga 1 Oktober 1965.

"Kita gambar mural sesuai momen, misalnya menjelang G30S PKI ini kita gambar pahlawan revolusi, tujuannya sebagai media edukasi dan pengingat sejarah Indonesia," katanya di Gang Haji Kodir, Rabu (28/9).

Untuk menggambar mural tujuh pahlawan revolusi di tembok sepanjang 10 meter itu, Ivan harus menghabiskan waktu lima hari dan membeli cat kiloan dengan jumlah yang cukup banyak dengan menggunakan uang dari hasil swadaya.

"Jadi kita kerjakan dari pagi sampai jam enam sore. Untuk biayanya selain hasil swadaya, ada juga sumbangan kepemudaan dan ada hasil kencleng. Biayanya paling habis ratusan ribu enggak sampai jutaan," ucap Ivan.

Sebelum menggambar, Ivan harus meminta izin kepada pemilik tembok rumah supaya rela untuk dijadikan media mural dan beruntung mereka selalu mengizinkan.

"Sejauh ini mendukung, karena kan jadi sarana edukasi juga. Tapi kita juga butuh dukungan dari pemerintah untuk menyediakan media baru, karena kalau tembok warga kan lama-kelamaan akan habis juga," ujarnya.

Baca juga: Sejarah Kelam Kekejaman PKI G30S, Inilah Sosok 10 Pahlawan Revolusi, Kenang Perwira TNI yang Gugur

Di Kampung Mural Cimindi, kata Ivan, hampir semua tembok rumah milik warga yang menghadap ke jalan gang sudah disulap menjadi beragam gambar mural berbagai tema sesuai dengan momen-momen besar.

"Seperti menjelang HUT RI lalu, konsep gambarnya beda lagi. Kalau menjelang momen peringatan G30S PKI, saya ngambil tema pahlawan revolusi," kata Ivan.

Pada HUT ke-77 RI lalu, mural di Kampung Mural dibuat Ivan di Gang H Martobi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved