Dugaan KDRT Rizky Billar pada Lesti Kejora Dipicu Perselingkuhan,Ini 4 Dampak Selingkuh untuk Mental

Dugaan KDRT yang menimpa Lesti Kejora kabarnya dipicu oleh perselingkuhan yang dilakukan Rizky Billar. Ini dampak buruk perselingkuhan bagi kesehatan

Kolase Tribun Jabar
Dugaan KDRT, Lesti Kejora laporan suaminya, Rizky Billar ke Polres Metro Jakarta Selatan. 

TRIBUNJABAR.ID - Dampak perselingkuhan tak hanya menyakiti hati tetapi juga kesehatan.

Baru-baru ini, pasangan yang dikenal selalu mesra di depan kamera membuat kaget publik. Lesti Kejora melaporkan sang suami, Rizky Billar, ke polisi.

Rizky Billar dilaporkan sang biduan cantik dengan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dugaan KDRT yang menimpa Lesti Kejora kabarnya dipicu oleh perselingkuhan yang dilakukan Rizky Billar.

Diketahui, Lesti Kejora melaporkan derita yang dialaminya itu ke Polres Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2022) malam.

Perselingkuhan sendiri ternyata tak hanay menyiksa batin, tetapi juga buruk bagi kesehatan mental.

Dr Rahul Khemani, psikiater ternama di Rumah Sakit Wockhardt, Mumbai, India mengatakan perselingkuhan sudah ada seiring dengan munculnya konsep pernikahan.

Namun, pasangan yang selingkuh tidak selalu merupakan gejala pernikahan yang buruk.

Baca juga: Di Tengah Kasus KDRT, Lesti Kejora dan Rizky Billar Sabet Banyak Penghargaan, Termasuk Best Couple

Perilaku menyeleweng ini tidak dapat dikorelasikan dengan disfungsi perkawinan.

Terkadang, perselingkuhan bisa terjadi karena keterikatan yang tidak aman, penghindaran konflik, dan kurangnya seks yang berkepanjangan.

Perasaan kesepian, pertengkaran yang monoton dan berulang-ulang selama bertahun-tahun juga dapat menyebabkan pasangan berselingkuh.

Ada juga yang melakukannya karena merasa bisa, menganggapnya sebagai proses menemukan diri kembali dan pencarian identitas baru yang difasilitasi oleh seorang kekasih.

“Perselingkuhan di luar nikah dibebani dengan kerahasiaan, elemen klandestin, dan rasa takut ketahuan," kata Dr Khemani.

Ia mengungkapkan, perilaku ini menjadi paradoks karena justru memicu perselingkuhan lagi dan membuat orang tersebut sulit berhenti.

Halaman
123
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved