Air Sungai Cilamaran di Karawang Berubah Merah, DLH Akan Panggil Pihak Pencuci Drum Pewarna Pupuk

Pihak Dinas Lingkungan Hidup Karawang akan memanggil pemilik drum dan lahan yang dipakai untuk mencuci drum bekas bahan kimia.

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Giri
Tribun Jabar/Cikwan Suwandi
Garis polisi terpasang di lokasi yang menjadi tempat pencucian drum bekas yang diduga mencemari Sungai Cilamaran di Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Karawang, Jawa Barat. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Pihak Dinas Lingkungan Hidup Karawang akan memanggil pemilik drum dan lahan yang dipakai untuk mencuci drum bekas bahan kimia.

Drum bekas pewarna pupuk itu dicuci dan mencemari Sungai Cilamaran di Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Karawang, Jawa Barat.

"Harusnya (pencucian) dilakukan di tempat pengolahan limbah berizinan. Karena ini bahan kimia yang bisa mencemari lingkungan, " kata Kepala Bidang Penataan Peraturan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Karawang, Meli Rachmawati, kepada Tribun Jabar, Jumat (30/9/2022).

Meli mengungkapkan pihaknya telah mengambil sampel dari air sungai dan bahan pewarna di dalam drum untuk dilakukan uji laboratorium.

Dia menjelaskan, drum-drum limbah pewarna pupuk itu didapatkan dari perusahaan.

Drum kemudian dicuci untuk dijual kembali ke perusahaan.

Baca juga: DPRD Jabar: Perbaiki Kualitas Udara Karawang dengan Penghijauan dan Tata Kota

Sebelumnya, warga Kelurahan Palumbonsari dihebohkan dengan berubahnya warna air sungai menjadi merah.

"Air Kali Cilamaran berubah menjadi merah sekitar jam 06.00 WIB dan untuk awal penyebabnya kami belum tahu. Namun setelah ditelusuri sama pihak kelurahan ternyata ada di salah satu gudang di daerah Margasari," kata Ketua RW 14, Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Aep Saepuloh.

Baca juga: Kisah Seniman Topeng Banjet di Karawang, Jatuh Cinta kepada Sinden dan Jadi Primadona, Kini Mengamen

Dinas Lingkungan Hidup Karawang, Polres Karawang, dan Satgas Citarum Sektor 19 kemudian menelusuri asal limbah yang mencemari sungai itu.

Di wilayah Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur, mereka menemukan gudang drum yang diduga menjadi lokasi pencucian limbah itu sehingga airnya mengalir hingga ke sungai. (*) 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved